Kronologi Penggelapan 46 Ton Cumi Muara Angke

Ilustrasi / Cumi di tempat pelelangan ikan (Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Tersangka HR (30) yang merupakan pelaku penggelapan 46 ton komoditas cumi dan ikan dori di PT Sanjaya Internasional Fishey, kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, telah diamankan pihak kepolisian. 

Kapolsek Kawasan Sunda Kelapa, AKP Seto Handoko Putra mengatakan, kejadian itu bermula pada 1 Oktober 2021, saat seorang pria berinisial A yang mewakili perusahaan PT Sanjaya Internasional Fishey melaporkan pencurian di Gudang PT Sanjaya Internasional Fishey di Jalan Pendaratan Ikan No.3 Muara Angke. 

"Saudara A menjelaskan pada tanggal tujuh sampai delapan September 2021 telah dilakukan Audit terhadap stok gudang PT Sanjaya Internasional Fishey yang berawal adanya dugaan pencurian ikan dan cumi milik CV Sukses Mandiri yang disimpan di Gudang PT Sanjaya Internasional Fishey," katanya dalam keterangan resmi yang diterima RRI.co.id, Senin (25/10/2021).

"Dan dari hasil audit terdapat selisih jumlah barang yang disimpan di gudang tersebut sebanyak 46 Ton, dengan metode audit penghitungan jumlah fisik di gudang dan catatan secara data dari inventory gudang," sambungnya.

Selanjutnya, pada 3 Oktober 2021, pihaknya melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) atas laporan tersebut.

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Cumi 46 Ton

Lalu, berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV), diketahui ada kegiatan pengeluaran barang dari gudang PT Sanjaya Internasional Fishey dari bulan Juni 2021 sampai dengan Agustus 2021.

"Dilakukan malam hari oleh karyawan Gudang PT. SIF tanpa dilengkapi surat jalan dan sepengetahuan pemilik perusahaan. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi -saksi dan hasil rekaman CCTV, diketahui yang melakukan mengambil barang berupa cumi dan ikan dori adalah H, selaku Supervisor Gudang PT Sanjaya Internasional Fishey," jelasnya.

Kemudian, pada 18 Oktober 2021, polisi mengamankan pria tersebut dan langsung dibawa ke Mapolsek Kawasan Sunda Kelapa.

Berdasarkan pengakuannya, ia mengambil dan mengeluarkan barang-barang tersebut dengan cara masuk ke dalam Cold Storage (Tempat pembekuan ikan).

"Mengambil cumi dan dori di Blok G dan H yang nomor rak penyimpanannya tidak diingat, selanjutnya dikeluarkan dan diletakkan di ruang anti room. Setelah cumi dan dori berada di anti room, kemudian dus/kemasan cumi dan dori diganti menggunakan dus bekas (tidak terpakai) milik PT. Sanjaya Internasional Fishery dan dibalut menggunakan lakban bening atau warna coklat," tutur Seto. 

Kemudian H meminta tolong kepada Karyawan Operasional Gudang PT. Sanjaya Internasional Fishery, untuk mengeluarkan barang melalui pintu karyawan dengan cara dipanggul, sedangkan H membuat surat jalan barang yang tanda tangani sendiri untuk diserahkan kepada security sebagai bukti pengeluaran barang tersebut. 

Atas perbuatannya itu, pelaku dikenakan Pasal 374 KUH Pidana dan/atau pasal 362 KUH Pidana, dengan ancaman 5 tahun penjara . 

"Barang bukti nota penjualan cumi dan ikan dori, screenshoot rekaman kamera CCTV serta nota dan dokumen audit inventory gudang PT SIF," tambah Seto. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00