Pinjol Ilegal Kelapa Gading Digerebek, Empat Ditangkap

Salah satu ruko di kawasan Gading Bukit Indah di Blok H no 28-27, Kelapa Gading, Jakarta Utara, digrebek aparat kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (18/10/2021) malam. Penggerebekan ini dilakukan karena adanya praktek pinjaman online (pinjol) ilegal di PT ANT Information Consulting ini. Dalam penggerebekan tersebut, pihak Dirkrimsus Polda Metro Jaya menangkap 4 orang yang melakukan praktek pinjol dari 4 aplikasi yang dijalankan kantor tersebut. (Ryan Suryadi/RRI)

KBRN, Jakarta: Salah satu ruko di kawasan Gading Bukit Indah di Blok H no 28-27, Kelapa Gading, Jakarta Utara, digrebek aparat kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (18/10/2021) malam.

Penggerebekan ini dilakukan karena adanya praktek pinjaman online (pinjol) ilegal di PT ANT Information Consulting ini. 

Dalam penggerebekan tersebut, pihak Dirkrimsus Polda Metro Jaya menangkap 4 orang yang melakukan praktek pinjol dari 4 aplikasi yang dijalankan kantor tersebut.

"Malam ini kita mendapatkan empat orang. Dua orang pertama, salah satunya bertugas sebagai supervisor telemarketing dan satu lagi supervisor sebagai debt collector. Kemudian ada satu bagian umum dan satu bagian collecting," kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis, kepada wartawan di lokasi, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (18/10/2021). 

Auliansyah mengatakan, di bawah perusahaan tersebut terdapat 4 aplikasi yang dijalankan dan semuanya adalah ilegal.

BACA JUGA: Kantor Pinjol Ilegal Digerebek, Karyawan WFH

"Kalau kita lihat pada malam hari ini kondisinya agak sepi karena memang mereka sudah mulai memberlakukan bekerja di rumah jadi mereka melakukan pekerjaan dari rumah masing-masing dan semua fasilitasnya disediakan oleh manajemen seperti modem dan fasilitas lainnya," jelas Auliansyah. 

Nantinya pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan kepada para pegawai.

Hal tersebut dikarenakan pihaknya sudah memegang semua data karyawan di kantor tersebut. 

"Kita akan tetap melakukan pemanggilan terhadap mereka. Dan perlu disampaikan bahwa jangan sampai ada penagihan lagi nih, mulai dari rumah untuk sampai saat ini tidak ada lagi yang melakukan penagihan kita terus memantau dan kita akan cari mereka semua," ungkap Auliansyah. 

"Ini kalau mereka tidak kooperatif, tidak datang, ya berarti kita akan ambil (jemput), khususnya mereka yang menjadi kolektor atau bagian penagihan," sambungnya. 

Diketahui, dalam praktek penagihannya, para penagih pinjol ilegal ini tak segan-segan melakukan penagihan dengan cara mengancam dan memberikan foto mengandung pornografi.

Pihak kepolisian juga akan mencari tahu bagaimana pelaku praktik pinjol ilegal ini mendapatkan nomor nasabah yang saat ini mencapai 8.000 orang. 

"Semua sudah lihat di komputer mereka masing-masing dengan cara-cara penagihannya, di situ ada pornografi, ada pengancaman dan kemudian akan kita kembangkan terkait juga akses dari mana mereka mendapatkan nomor telepon di ponsel nasabah," tutur Auliansyah. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar