Kantor Pinjol Ilegal Digerebek, Karyawan WFH

KBRN, Jakarta: Dalam penggerebekan kantor pinjaman online (Pinjol) ilegal di kawasan Ruko Gading Bukit Indah, Blok H no 28-27, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (18/10/2021) malam oleh Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya didapati para karyawan menjalankan praktiknya secara Work from Home (WHF).

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis langsung memimpin pengrebekan pada pukul 20.00 WIB tersebut. Dengan beberapa anggota langsung masuk ke kantor dengan roling dor bewarna merah.

Terlihat kantor yang telah di grebek dari lantai 1 dan lantai 4 sepi karyawan. Hal tersebut kantor bernama PT ANT Information Consulting ini menerapkan WFH bagi karyawannya. 

Peralatan lengkap dari komputer dan juga modem pun tersusun rapi di ruko yang dijadikan kantor pinjol ilegal tersebut. 

Saat penggerebekan saat satu karyawan pun diintrogasi oleh Dirkrimsus Polda Metro Jaya. 

"Ini data karyawan ya. Mereka yang bekerja ini ya. Oh jadi tidak ada orang di sini semua WFH, modem diberikan ke manajemen. Untuk mereka masing-masing karyawan bekerja di rumah ya?" tanya Auliansyah kepada karyawan pinjol di lokasi. 

"Iya betul pak," jawab seorang karyawan. 

Saat diintrogasi, karyawan pinjol ilegal di Kelapa Gading ini mengaku sudah seminggu lalu melakukan sistem WFH bagi karyawan lainnya. 

Pihak pinjol ilegal tersebut juga mengaku di dalam ruko tersebut terdapat 78 karyawan yang bekerja aktif. 

Diketahui, selama sebulan ini, Polda Metro Jaya telah mengungkap 40 kasus aplikasi fintech penyedia jasa pinjaman online.

Pihaknya berjanji akan mengusut tuntas praktik pinjol yang meresahkan masyarakat. 

Atas kejahatan itu, polisi akan menjerat perusahaan collector ini dengan pasal berlapis di antaranya pelindung konsumen, UU ITE hingga pornografi.

Maraknya pinjol ilegal sebelumnya sempat mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tak lama setelah arahan Jokowi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung memberi memberi arahan tegas kepada anak buahnya untuk menyikat pinjolilegal yang telah merugikan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar