Pinjol Ilegal, 32 Diamankan di Kota Tangerang

Kabid Humas Polda Metro Jaya saat menggerebek pinjol iledal di ruko Green Lake, Kota Tangerang

KBRN, Tangerang : Ditkrimsus Polda Metro Jaya menggerebek kantor pinjaman online ilegal di Ruko Crown blok C1-7  Perumahan Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/10/2021) siang. 

Siapa sangka, tujuh ruko yang terdiri dari empat lantai tersebut dijadikan kantor untuk melakukan aktivitas yang sangat meresahkan masyarakat terutama dimasa pandemi Covid-19. 

Tampak dari luar tidak ada sama sekali plang atau papan perusahaan. Saat naik ke lantai tiga, tampak aktivitas pegawai sedang melakukan pekerjaannya menjaring dan meminta uang yang dipinjamkan. 

Sekilas, tidak ada yang aneh dalam kegiatan tersebut, lantaran karyawan bekerja seperti biasa menggunakan komputer masing-masing yang ada di balik bilik kerja. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pihaknya mengamankan puluhan pekerja di sana. "Hari ini kita melakukan penggerebekan di lokasi green lake di PT. UTN tapi di bawah namanya ITN yang merupakan kolektor atau penagih," unjarnya kepada rri.co id. 

"Ada 32 orang yang kita amankan di lokasi ini akan kita bawa dan dilakukan pemeriksaan," sambungnya. 

Menurut Yusri, perusahaan fintech tersebut beroperasi menggunakan 13 aplikasi yang mana sebagian besar ternyata ilegal. "Di sini ada 13 aplikasi yang digunakan PT ini, dari 13 aplikasi ada tiga yang legal tapi ada 10 ilegal," ujar dia. 

Pasalnya, ke-32 orang yang diamankan itu akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Peran dan jabatannya akan disampaikan," katanya. 

Yusri menyebut, penggerebekan dilakukan setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dan patroli siber. Keberadaan pinjol, kata dia, meresahkan masyarakat. 

"Pinjol dimasa pandemi Covid-19 ini sangat merugikan masyarakat dan sangat meresahkan masyarakat," kata Yusri. 

Adapun dalam penggerebekan tersebut, aktivitas puluhan pekerja pinjol ilegal ini sedang menggunakan perangkat komputer di lantai dua dan tiga. Diduga mereka melakukan penagihan kepada konsumennya. 

"Dan lokasi ini akan di police line. Akan kita dalami semuanya karena cukup meresahkan," pungkas Yusri. 

Ternyata, aksi begal dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum pinjaman online di Kota Tangerang ternyata menjamur saat pandemi Covid-19 ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00