Praktik Akses Ilegal Judi Online Terbongkar

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil meringkus 19 orang sekaligus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyusupan situs judi online di situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan. (Dok. Bareskrim Polri)

KBRN, Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil meringkus 19 orang sekaligus ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyusupan situs judi online di situs resmi pemerintah dan lembaga pendidikan.

"Ada 17 laki-laki dan dua perempuan tersangkanya. Ini ada kaitan semua," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Bareskrim Polri, Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (13/10/2021).

Sindikat kejahatan ini awalnya terdiri dari tiga laki-laki dan satu perempuan, yakni ATR, AN, HS dan NFR.

Tim Cyber Bareskrim Polri bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan masyarakat.

“Backlink itu jika diklik nanti akan keluar sisipan gambar di sana. Para pelaku menggunakan situs pemerintah atau lembaga pemerintah, dia membutuhkan rating. Kalau naik, rating website judinya akan tinggi,” ujar Argo.

Penyidik mengidentifikasi para tersangka berada di tiga lokasi, seperti Boyolali, Bondowoso dan Malang, Jawa Timur.

“Kita menemukan pelaku inisial ATR. Di rumahnya kita temukan handphone dan PC. ATR ini perannya sebagai marketing jasa judi online. Kemudian, kita menemukan tersangka lain di Bondowoso yaitu berinisial AN. Perannya tukang menyiapkan akses,” tutur Argo.

Barang bukti antara lain adalah handphone, rekening bank, STNK, BPKB mobil Brio, serta deposito Rp50 juta. 

“Dari hasil ini. Kemudian, kita menemukan lagi tersangka HS, untuk menempatkan link judi online dalam artikel pemerintah,” ucap Argo

Atas perbuatannya, keempat tersangka ini bakal terkena Pasal Berlapis. Antara lain, Pasal 46 ayat (1),(2),(3) Jo Pasal 30 ayat (1),(2),(3) dan atau Pasal 48 ayat (1),(2) Jo Pasal 32 ayat (1),(2) dan atau Pasal 27 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 ttg Perubahan Atas UU No 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan atau Pasal 303 dan atau Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHPidana. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00