Lima Muncikari Prostitusi Online Jaksel Berhasil Ditangkap

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Azis Andriansyah, beserta jajaran saat merilis kasus TPPO dan prostitusi online di Mapolres Metro Jaksel, Rabu (13/10/2021). (Deni Muhtarudin).jpeg

KBRN, Jakarta: Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) menangkap lima orang muncikari sekaligus pelaku Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kalibata, Pancoran.

Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Azis Andriansyah mengungkapkan, kelima pelaku telah menjual ataupun mengeksploitasi dua anak perempuan di bawah umur melalui aplikasi MiChat.

"Kami amankan para pelaku penjaja prostitusi online ada lima. Pengungkapan ini awalnya dari laporan anak hilang," ungkapnya saat konferensi pers di Mapolres Metro Jaksel, Rabu (13/10/2021).

Azis menjelaskan, orang tua salah satu korban awalnya melaporkan anaknya telah hilang selama dua minggu ke Polres Depok pada September 2021 lalu.

Setelah dilakukan penyelidikan yang merupakan koordinasi antara Polres Depok dan Polres Metro Jaksel, lanjut Azis, korban diketahui berada di sebuah apartemen di kawasan Kalibata.

"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata anak tersebut menjadi korban prostitusi online. Di apartemen itu kami temukan juga beberapa laki-laki ini yang bertindak sebagai muncikari," ujarnya.

Azis menjelaskan, ada lima pelaku yang diamankan, yakni AM (36) selaku penyewa apartemen dan menampung tempat korban, CD (25) selaku pengantar jemput korban, FH (18), AL (19) dan DA (19) selaku penjual korban melalui MiChat.

Azis mengatakan, dua orang pelaku awalnya memacari hingga kemudian mengeksploitasi secara seksual dan menjual korban.

"Setelah itu diimingi uang sehingga dua korban yang masih di bawah umur usia 16 tahun dan sangat rentan secara psikologis itu akhirnya terpengaruh dan mau dijajakan secara online," tukasnya.

Para pelaku itu dijerat dengan pasal 88 jo 76 (i) atau pasal 83 jo 76 (f) atau pasal 81 jo 76 (d) Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak atau pasal 2 ayat 1 UU Nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00