Pangdam Cendrawasih: Teroris Papua Biadab, Kami Kejar

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono saat menjenguk tenaga kesehatan korban kebiadaban Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. Para korban mengaku trauma untuk kembali bertugas di Kiwirok. (Dok. Pangdam Cendrawasih)

KBRN, Jayapura: Sebagai wujud kepedulian terhadap korban kekerasan dan kebiadaban Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua di distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengunjungi Rumah Sakit (RS) Marthen Indey, dan menjenguk korban yang masih dirawat untuk mengetahui dan memastikan kondisi terkini dari para korban, baik itu kepada 4 (empat) orang tenaga kesehatan maupun satu orang prajurit TNI Angkatan Darat.

Pangdam mengatakan, selain mengecek perkembangan perawatan para korban, kunjunganya kali ini adalah untuk memberikan semangat agar mereka bisa segera puluh, baik fisik maupun mental, dan dari hasil kunjungannya tersebut dirinya hendak memastikan bahwa semua korban sudah mendapatkan penangan medis yang maksimal, bahkan dari sembilan orang tenaga kesehatan yang menjadi korban kekerasan KST Papua di Kiwirok, saat ini tersisa empat orang yang masih dirawat, sementara 5 (lima) lainnya sudah bisa kembali ke keluarga masing-masing.

“Kunjungan saya ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada prajurit dan nakes yang menjadi korban kekerasan serta kekejian KST di Distrik Kiwirok, agar mereka lekas sembuh dan dapat beraktifitas kembali seperti sedia kala. Di sini juga saya sampaikan bahwa Kodam XVII/Cenderawasih bersama Polda Papua akan melaksanakan pengejaran serta penindakan terhadap pelaku kekerasan, kekejaman dan kebiadaban yang sudah di luar batas kemanusiaan,” tegas Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triono di Jayapura, seperti dikutip RRI.co.id, Kamis (23/09/2021).

Pangdam Cendrawasih berbincang dengan nakes korban kebiadaban KST Papua (Dok. Kodam Cendrawasih)

Yogo menambahkan, berdasarkan keterangan dari para tenaga kesehatan, semuanya mengaku tidak akan kembali ke Kiwirok, sebab mereka memiliki trauma yang sangat besar.

BACA JUGA: TNI Kembali Evakuasi Warga dan Guru Kiwirok

Untuk itu, secara spontan Pangdam menawarkan kepada mereka untuk bisa bergabung dan bekerja di Rumah Sakit Marthen Indey, sebab mereka adalah tenaga kesehatan yang profesional dan telah membuktikan ketulusan dalam melayani masyarakat di Kiwirok, meskipun dengan fasilitas kesehatan yang sangat terbatas.

“Saat ini semuanya sudah mendapatkan penangan medis yang memadai, dan saat ini tersisa empat nakes yang dirawat, ditambah satu anggota TNI. Seluruh nakes mengaku tidak akan kembali ke Kiwirok, sebab mereka sudah sangat trauma, meskipun sebagian besar dari mereka sudah bertugas lebih dari enam tahun di Kiwirok, sehingga saya tawarkan bahwa mereka bisa bekerja di Rumah Sakit Marthen Indey, namun semuanya kembali ke mereka, yang jelas kami akan terbuka untuk menerima mereka, sebab mereka ini sangat berpengalaman, saya yakin mereka bisa bekerja dengan baik di sini,” ungkap Yogo.

Disinggung terkait dengan proses pengamanan di Kiwirok, Yogo Triyono mengaku telah melakukan penebalan kekuatan di Kiwirok, baik itu dari personel Yonif Raider Khusus 751/Vira Jaya Sakti, Satgas Nemangkawi Polri dan Satgas Nemangkawi TNI, yang nantinya akan bertugas untuk melakukan pemulihan keamanan dan pengejaran terhadap para pelaku kekerasan yang dipastikan adalah ulah dari KST Ngalum Kupel, pimpinan Lamek Taplo. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00