Pimpinan MIT Teroris Poso Ali Kalora Tewas

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Madago Raya melakukan patroli di pergunungan Manggalapi, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (16/8/2021). Pasca ditembakmatinya tiga orang anggota DPO Teroris Poso pada Juli 2021 lalu, operasi keamanan bersandi Madago Raya yang kini memasuki tahap III itu terus memburu enam orang sisa DPO lainnya yang masih bersembunyi di pegunungan di tiga wilayah yakni Poso, Sigi, dan Parigi Moutong. ANTARA FOTO/Rangga Musabar

KBRN, Jakarta: Pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, Ali Ahmad alias Ali Kalora tewas dalam kontak senjata dengan militer Indonesia, yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya di Pegunungan Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021) sore, pukul 17.20 WITA.

Ali Kalora tewas bersama seorang pengikutnya lagi yang bernama Jaka Ramadhan alias Ikrima, dimana keduanya sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akibat terus membunuhi masyarakat di sekitar wilayah operasi mereka.

"Benar telah terjadi kontak senjata di wilayah Astina, Torue, Parigi Moutong dengan DPO teroris Poso. Akibat kontak itu, dua orang terduga teroris Poso tewas. Keduanya diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan," jelas Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, melalui keterangan resmi, seperti dilansir CNN Indonesia, Sabtu (18/9/2021).

Dengan tewasnya kedua orang ini, Satgas masih memburu empat orang yang masih DPO, yakni Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Mukhlas, Rukli, dan Suhardin alias Hasan Pranata.

BACA JUGA: Lagi, Satgas Tembak Mati DPO Teroris Poso

Ali Kalora sendiri disebut sebagai pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur di Poso. 

Ia merupakan penerus tongkat kepemimpinan Santoso, pimpinan MIT yang lebih dulu tewas.

Diberitakan RRI sebelumnya, Satuan Tugas Operasi Madago Raya, melakukan tindakan tegas terukur terhadap salah satu 'penghuni' Daftar Pencarian Orang (DPO) Tindak Pidana Teroris Poso di Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9/2021).

Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, membenarkan informasi adanya DPO Poso yang tewas karena tindakan tegas terukur personel Satgas Madago Raya.

“Informasinya begitu, tapi ini belum tahu berapa dan di mana. Masih ditunggu informasi lengkapnya," jelas Brigjen TNI Farid Makruf kepada RRI.co.id di Palu, Sabtu (18/9/2021).

Sementara terkait dengan kronologis dan lokasi kejadian, Farid juga belum dapat menyampaikan.

"Masih menunggu informasi lengkap dari personel di lapangan dan dijadwalkan besok, Minggu, 19 September 2021, Kapolda selaku PJKO Madago Raya akan memberikan keterangan resmi kepada media," terang Farid.

Dirinya menambahkan, saat ini petugas tetap melakukan pengejaran terhadap DPO Poso yang tersisa, hingga berhasil ditangkap baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia.

Saat ini, petugas masih melakukan proses evakuasi terhadap jeneazah DPO Poso yang tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya, untuk dilakukan outopsi dan identifikasi. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00