Keluarga Korban Konvoi Moge Menolak Berdamai

Barang bukti Moge yang menewaskan ibu muda di Bintaro, Tangerang Selatan saat konvoi

KBRN, Tangerang Selatan: Keluarga korban kecelakaan konvoi motor gede (Moge) di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten memolak untuk berdamai.

Sejatinya, AS sempat berupaya agar tindakannya itu tidak diproses secara hukum, namun diselesaikan secara kekeluargaan.

“Karena korban ini tulang punggung keluarga kita tidak mau berdamai karena hukum harus ditegakan,” ungkap Muhammad Toyib, kuasa hukum keluarga korban saat dikonfirmasi, Senin (2/8/2021).

Ia pastikan keluarga korban terus akan menempuh jalur hukum karena akibat kelalaian AS pengendara Kawasaki Bernipol Z 6666 GG telah menghilangkan nyawa orang lain.

Apalagi, sambung Toyib, korban ini meninggalkan tiga orang anak dan ibu ini juga single parent.

“Kalo kita juga tetap menuntut hal yang sama, kalo bicara adil atau tidaknya tentu kita menempatkan hukum itu dengan seberat-beratnya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pengendara motor gede (Moge) jenis Kawasaki ER-6N  bernopol Z 6666 GG yang menewaskan ibu muda berunisial H saat berkonvoi belum ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Polres Tangerang Selatan masih melakukan penyelidikan melalui rekaman kamera pengintai atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.

“Polisi belum menetapkan pemotor Kawasaki Ninja bernopol Z 6666 GG berinisial AS berusia 17 tahun sebagai tersangka,” ungkap Iptu Nanda Setya, 

Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan kepada rri.co.id, Senin (2/8/2021).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00