Polisi Selidiki Kasus Prostitusi di Hotel Gancit

Ilustrasi prostitusi. (Istimewa).jpeg

KBRN, Jakarta: Petugas gabungan dari Satpol PP dan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait informasi dugaan layanan pijat plus-plus alias prostitusi di salah satu hotel di seberang Mal Gandaria City (Gancit).

Kepala Satpol PP Jaksel, Ujang Harmawan mengungkapkan, bahwa pihaknya bersama Polres Metro Jaksel akan menelusuri dan melakukan pemeriksaan terkait hal tersebut dalam waktu dekat ini.

"Kita bersama Polres akan periksa, jika ditemukan (prostitusi), kita akan bersurat kepada Sudin Pariwisata untuk ditindaklanjuti," ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Yang jelas, Ujang menegaskan, bahwa pihaknya akan merespons setiap laporan yang masuk.

"Informasi ini yang pasti kita akan tindak lanjuti," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterima, salah satu hotel di seberang Mal Gancit diduga kembali menawarkan layanan pijat plus-plus atau prostitusi kepada para tamunya.

Hanya saja, hotel tersebut menggunakan modus yang berbeda kali ini. Sebelumnya, hotel itu secara terbuka menawarkan terapis lewat resepsionis, tapi kini lewat seorang pria yang ada di sekitar pelataran hotel.

Mengenai tarif layanan pijat plus-plus, ada dua kategori terapis, yaitu Silver dan Gold. Untuk Gold, ditawarkan seharga Rp450.000 dan untuk Silver seharga Rp400.000.

Tarif untuk sekali berkencan itu sudah meliputi biaya sewa kamar hotel dan layanan pijat plus-plus tersebut, yakni untuk kamar Rp200 ribu dan sisanya untuk para terapis.

Untuk diketahui, Polres Metro Jaksel sebelumnya telah menggerebek sebuah hotel pada tiga pekan lalu.

Hotel yang manawarkan layanan pijat plus-plus itu kedapatan melanggar aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

"Dari hasil kegiatan kita, ditemukan satu kegiatan yang kami duga melanggar aturan pemerintah yang tertuang dalam instruksi Mendagri Nomor 15 tahun 2021, termasuk Keputusan Gubernur Nomor 875 tahun 2021," kata Kapolres Metro Jaksel, Kombes Pol Azis Andriansyah, Senin (5/7/2021).

Azis mengungkapkan, bahwa pihaknya mengamankan pemilik hotel dan belasan terapis dalam penggerebekan tersebut.

"Kegiatan tersebut adalah kegiatan spa dan pijat. Setelah kita melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, didapatkan 15 terapis pijat dan dikelola oleh satu orang pengelola dengan inisial AC," ungkapnya.

Para pelaku tersebut dijerat pasal 93 juncto pasal 9 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

"Kemudian kita kenakan juga pasal 14 UU RI Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman satu tahun penjara atau denda maksimal Rp100 juta," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak hotel tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00