Kapolres Metro Tangerang Kota Sangkal Tudingan Ombudsman

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima

KBRN, Tangerang: Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima menyangkal tudingan yang dilontarkan Ombudsman Perwakilan Banten terkait kinerja jajarannya di masa perpanjangan PPKM Level 4 Jilid II ini.

Menurut De Fatima, soal kosongnya penjagaan posko chek point penyekatan di Kota Tangerang memang ada jam tertentu untuk dijaga petugas. Karena, terdapat waktu khusus untuk petugas melakukan pemeriksaan.

"Ini sudah dilakukan dan ada jamnya. Jadi manakala pengguna jalan sudah sepi jadi petugaskan manusia juga mereka butuh istirahat juga," ungkapnya kepada rri.co.id, Kamis (29/7/2021).

De Fatima mengakui, petugas melakukan pemeriksaan atau penyekatan di dua titik saat mobilisasi masyarakat mulai padat.

"Nah kemudian ada jam tertentu mulai padat mereka baru melakukan pengecekan," imbuhnya.

Kemudian De Fatima juga mengaku, masih banyak pedagang yang ngeyel saat diberikan imbauan oleh petugas kepolisian. Saat dilakukan patroli malam tidak sedikit para pedagang yang masih membangkang. Kebanyakan dari mereka mengelabui petugas dengan mematikan lampu sementara.

"Ngeyel. Dan kita harus tetap sabar untuk memberikan pengertian kepada mereka agar bisa menekan angka Covid-19," tuturnya.

De Fatima menambahkan, pihaknya juga terus gencar memberikan pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemberlakuan PPKM Level 4 ini.

"Kalau kita lewat berikan imbauan mereka mengiyakan. Dan kita pergi mereka buka lagi," tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman RI Perwakilan Banten mempertanyakam kinerja Polres Metro Tangerang Kota dalam masa penerapan PPKM level 4 jilid II ini.

Pasalnya, selain kosong alias tidak ada penjagaan petugas pada dua posko check-point guna melakukan penyekatan mobilisasi masyarakat, juga tidak optimalnya patroli malam di wilayah hukum Kota Tangerang.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Dedy Irsan mengatakan, Tim Ombudsman Banten melakukan pemantauan pada dua waktu berbeda di dua lokasi pos penyekatan di Kota Tangerang, yakni pos check-point simpang Gajah Tunggal, Jatake, Kecamatan Jati Uwung di Jalan Gatot Subroto dan pos check-point Batuceper di Jalan Daan Mogot.

"Selain itu tim juga melakukan pemantauan dibeberapa titik rawan keramaian di Kota Tangerang seperti Pasar Lama, Balaikota dan Alun-Alun Kota Tangerang," ungkapnya kepada rri.co.id, Selasa, 27 Juli lalu. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00