Bandar Narkoba Kampung Bahari Ditangkap Bersama Brondong

Barang bukti penggerebekan bandar narkoba Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Dok. Istimewa)

KBRN, Jakarta: Seorang wanita Parubaya yang menjadi bandar narkoba yakni SW (54) ditangkap oleh anggota Sat Res Narkoba Polres Metro Jakarta Utara bersama pasangannya, yaitu BP (31) yang adalah seorang brondong atau pasangan dengan usia yang jauh lebih muda, di sebuah rumah kontrakan dengan sejumlah barang bukti. 

Seperti diketahui, setelah kepolisian mengungkap tersangka pesta narkoba bermodus family gathering di Cipanas, Jawa Barat, Kamis (3/6/2021) lalu, berlanjut dengan terbongkarnya bandar narkoba jaringan Kampung Bahari, Tanjung Priok.

Dalam penggerebekan, polisi meringkus bandar narkoba dan pengedar narkoba berinisial SW, BP, RZ, SR, RS dan AR.

Selanjutnya, aparat melakukan penggeledahan di sebuah lapak penjualan narkoba yang juga berada di Kampung Bahari, di sepanjang rel kereta api.

BACA JUGA: Wanita Parubaya Ditangkap, Bandar Narkoba Kampung Bahari

"Diamankan empat orang berinisial RZ, SR, AR dan RS. Total ada 6 orang diamankan,” kata Kepala Sat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Ahsanul Muqaffi di Mapolres Metro Jakarta Utara, seperti dikutip RRI.co.id, Senin (14/6/2021). 

Diketahui SW dan BP merupakan bandar narkoba, namun aksinya tidak dilakukan secara terang-terangan. 

"Tidak secara langsung ke yang bersangkutan. Jadi penjual itu harus melalui lapak. Dari lapak itu dia ambil barang ke kontrakan SW, tidak masuk langsung,” ungkap Ahsanul. 

Ahsanul menuturkan, tersangka SW sudah beraksi sejak tujuh tahun silam.

Namun ketika itu SW sempat vakum dan baru belakangan beroperasi kembali hingga akhirnya ditangkap. 

“Memang tahun 2014 dia awalnya melakukan itu. Namun, dia baru bermain kembali tiga bulan yang lalu. SW itu merupakan target kami sudah lama,” ujar Ahsanul. 

Sementara itu tersangka SW yang memiliki lima orang anak, mengaku baru tiga bulan menjalani profesi sebagai bandar sabu.

Dia menjual sabu hanya di lingkungan Kampung Bahari.  

“Rp100 ribu (keuntungannya). (Pasangan) tidak kerja pak,” ujarnya. 

Sementara sabu yang diperolehnya tersebut dijual secara eceran.

SW mengaku selalu mendapatkan baramg haram itu dari seseorang yang membawa kepadanya untuk dijual kembali. 

Keuntungan yang didapat dalam sebulan pun dapat mencapai Rp3 juta. (Miechell Octovy Koagouw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00