Sate Sianida dan Pengusutan Nikah Siri

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta, Divisi Propam untuk mengusut dugaan pernikahan siri Aiptu Tomi dengan pengirim sate beracun sianida Nani Apriliani (NA).

Menurut Kompolnas, Aiptu T sebagai anggota kepolisian terikat dengan aturan kode etik dalam Pasal 11 huruf c yang menyatakan setiap anggota Polri wajib menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal dan norma hukum.

"Saya berharap Propam Polda DIY dapat secara proaktif melakukan pemeriksaan kepada Aiptu T," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti, Kamis (6/5/2021).

Ia menjelaskan, apabila dalam temuannya nanti yang bersangkutan terbukti melakukan nikah siri, maka hal itu merupakan pelanggaran terhadap UU Perkawinan, Peraturan Pemerintah tentang Perkawinan dan Perceraian PNS, Peraturan Pemerintah tentang Disiplin Anggota Polri dan Peraturan Kode Etik Kepolisian.

"Prinsip praduga tak bersalah tetap harus diterapkan hingga dijatuhkannya putusan," ujarnya.

"Dan huruf d yang menyatakan setiap anggota Polri wajib menjaga dan memelihara kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara santun," imbuhnya.

Diketahui, NA (25), wanita pengirim sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya ditangkap, Senin (3/5/2021).

Menurut polisi, NA mengaku mengirim sate tersebut karena sakit hati dengan seorang pria bernama Tomy yang merupakan anggota kepolsian.

Bungkusan sate itu dikirim melalui pengemudi ojek online (ojol) bernama Bandiman yang tak lain ayah kandung Naba.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00