Ribuan Botol Miras Nyaris Edar di Cilegon

Pengungkapkan Kasus peredaran miras di Cilegon (Foto: rri.co.id/Rohmanudin).

KBRN, Cilegon: Berkat informasi dari masyarakat, kepolisian Polres Cilegon berhasil mengamankan satu unit mobil Box yang berisikan ratusan dus yang di dalamnya berisikan ribuan botol minuman keras (miras) dari berbagai merk pada, Jumat (16/4/2021).

Truk tersebut diamankan kepolisian di Taman Kota Cilegon di Lingkungan Pegantungan, Kecamatan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, sementara ribuan botol Miras itu rencananya akan diedarkani ke warung kelontongan yang ada di Cilegon. 

"Pada hari Jum'at tanggal 16 April 2021 yang lalu, personil Polres Cilegon berhasil mengamankan truk Box dengan muatan minuman keras sebanyak 104 dus. Kalau dihitung per botolnya ada sekitar 1.572 botol Miras dari berbagai merk," kata Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono saat konferensi pers di Mapolres Cilegon, Senin (19/4/2021).

Sigit menyatakan, pengungkapan dilakukan berdasarkan hasil informasi dari masyarakat tentang adanya mobil Box yang bermuatan ribuan botol miras. 

"Awalnya mendapatakan informasi dari masyarakat, kemudian tim (anggota) mengikuti mobil Box itu. Setelah itu, mendapati kendaraan Box itu berada di taman Kota Cilegon, di Lingkungan Pegantungan, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon. Setelah diperiksa muatanya ada 104 dus berisi minuman keras sebanyak 1.572 Botol Miras," ungkap Sigit.

Dikatakan, karena sopir yang membawa mobil box itu tidak dapat mengeluarkan surat-surat izin usaha dan lain sebagainya, maka ribuat botol miras itu disita ke Mapolres untuk dijadikan barang bukti. 

"Yang bersangkutan tidak bisa menunjukkan (Izin), akhirnya kendaraan serta botol minuman dan isinya dibawa ke Polres Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucap Sigit. 

Diharapkan, ke depan tidak ada lagi warung kelontongan yang menjual Miras, sehingga gangguan Kamtibmas di Cilegon dapat diminimalisir. 

"Harapan kami nanti, di Cilegon ini benar-benar bersih dari penjualan miras. Adapun pasal yang disangkakan yaitu, pasal 21 Jo pasal 6, Perda Kota Cilegon nomor 5 Tahun 2021. Karena ini Perda (Peraturan Daerah), maka penangananya dengan tipiring, ancaman pidana selama tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp5 Juta," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00