GPK-PD Disarankan Bentuk Partai Ketimbang Ngotot KLB

KBRN, Denpasar: Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) semakin masif menggaungkan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Bali, I Made Mudarta menegaskan, penyelenggaraan KLB tak semudah membalikkan telapak tangan. 

"Ketimbang ngotot menyelenggarakan KLB, kami sarankan kawan-kawan kami yang hebat-hebat itu, yang duitnya banyak, membuat partai. Itu pekerjaan lebih gampang, jauh lebih efisien, tidak membikin gaduh dalam situasi pandemi Covid-19," kata Mudarta di Sekretariat DPD Partai Demokrat Bali, Senin (1/3/2021). 

Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta didampingi Ketua OKK Partai Demokrat Bali I Ketut Ridet. (KBRN)

Dikatakan, jika mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) diperlukan sejumlah syarat untuk menyelenggarakan KLB. 

"Untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa di Partai Demokrat sangat berat. Satu, itu mesti harus diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat," terangnya.

"Hari ini Dewan Pimpinan Pusat 100 persen kompak, tidak ada perpecahan di Dewan Pimpinan Pusat. Kedua, harus diusulkan oleh Ketua Majelis Tinggi. Ketua Majelis Tingginya adalah Pak SBY, itu 100 persen tidak bisa," tandasnya.

KLB, lanjutnya, juga harus diusulkan sekurang-kurangnya 2 per 3 Ketua DPD seluruh Indonesia.

Setelah itu, juga harus diusulkan oleh minimal 50 persen Ketua DPC Partai Demokrat di seluruh Indonesia.

"Hari ini, hampir 99 persen Ketua DPC itu kompak, solid mendukung AHY. Usulan daripada Ketua DPD yang 2 per 3 tadi itu, ditambah 50 persen Ketua DPC, harus mendapatkan persetujuan juga oleh Ketua Majelis Tinggi," sambung Mudarta didampingi Ketua OKK DPD Partai Demokrat Bali, I Ketut Ridet.  

Disinggung isu uang Rp34 triliun untuk mempermulus rencana pengambilalihan Partai Demokrat, Mudarta mengaku tidak mengetahui kabar tersebut. 

Kalaupun benar, politisi asal Jembrana ini memastikan, jajaran pengurus di Bali tidak akan tergiur dengan berbagai janji manis. 

"Kebetulan saya sendiri sampai hari ini tidak ada yang telepon. Karena mungkin mereka juga tahu, kami loyal sama Ketua Umum AHY, kami tegak lurus," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00