Deretan Nama yang Digadang Jadi Caketum PPP

Sandiaga Uno Diusulkan Jadi Ketum PPP (istimewa)

KBRN, Jakarta: Wasekjen PPP Achmad Baidowi membenarkan bahwa Sandiaga Uno diusulkan untuk maju sebagai calon ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Namun, ia membantah jika usulan tersebut datang dari dirinya. Ia menjelaskan bahwa nama Sandiaga Uno tiba-tiba muncul dari sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai daerah satu Indonesia.

"Yang nyebut nama Sandiaga Uno ada beberapa DPC, bukan saya yang usulkan ya," kata Baidowi kepada awak media di Jakarta, Senin (26/10/2020) kemarin.

Selain itu, ia juga mengungkap bahwa Uno memang sempat ada kedekatan dengan partai PPP. Karena Suharso Monoarfa, yang kini menjabat sebagai Pelaksana tugas Ketua Umum PPP adalah paman dari Sandiaga.

"Ya semua kan tergantung Muktamirin di dalam muktamar nanti. Muktamar rencananya akan digelar pada 19-21 Desember mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan," sambungnya.

Sejumlah nama lain bermunculan

Selain Uno, nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan juga mantan Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) juga turut bermunculan untuk maju sebagai Ketum PPP.

Beberapa waktu lalu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP Jatim, Musyafak Noer mengatakan jika kader masih berpeluang untuk memimpin PPP. Mengingat Khofifah dan Gus Ipul masih tercatat sebagai kader PPP.

“Dua nama tokoh dari Jatim yakni Khofifah atau Gus Ipul layak menjadi ketua umum PPP mendatang,” kata Musyafak, di Surabaya, Senin (19/10/2020) lalu.

Ia menyebut jika Khofifah memiliki sejarah di PPP, Khofifah bahkan pernah menjadi anggota DPR RI dan ketua Fraksi PPP DPR RI, sampai saat ini Khofifah juga masih memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PPP sama dengan Gus Ipul yang hingga saat ini masih tercatat sebagai kader PPP.

"Salah satu diantaranya berpeluang memimpin PPP ke depan,“ katanya.

Selain Gus Ipul dan Khofifah, juga ada nama yang mencuat yakni Suharso Monoarfa hingga Arsul Sani. Sejumlah tokoh lainnya juga berpeluang memimpin PPP.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00