Sulit Diterima Jokowi, Jika Gatot Ketum PPP

Foto: Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Tak adanya nama Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo dalam bursa pemilihan Ketua Umum PPP pada Muktamar IX yang akan dihelat akhir Desember 2020 mendatang. 

Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai PPP akan sulit diterima oleh Presiden Jokowi jika ada nama Gatot sebagai calon Ketua Umum PPP.

"Kalau ada nama Gatot disitu akan menjadi repot PPP, kan (PPP) merapat ke koalisi pemerintah, kalau ada Gatot disitu akan menjadi panjang urusanya ama Jokowi ini mau menjadi oposisi atau tetap dalam pemerintah," kata Hendri pada RRI.co.id, Senin (26/10/2020).

Baca Juga:Bursa Caketum PPP, Komunikasi Prabowo-Sandi Baik-baik Saja

Selain itu, kata Hendri, nama Sandiaga Uno lebih ungul dari Gatot baik dari sisi popularitas dan elektabilitas.

"Ya kalau popularitas lebih besar dari pada Gatot, elektabilitas juga lebih besar Sandiga ketimbang Gatot, jadi itu prakmatis saja PPP," kata ia.

Baca Juga:Wacana Sandiaga Uno Ketum PPP Terhalang Aturan

Sebanyak enam nama disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode mendatang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arsul Sani membeberkan enam nama itu adalah Ketum PPP Suharso Monoarfa, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono, politikus senior PPP Akhmad Muqowam, dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Kemudian terdapat juga nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta mantan Wagub Jawa Timur Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

"Memang saat ini banyak disebut nama yang diusulkan oleh kalangan internal PPP, mulai dari Suharso Monoarfa, Mardiono, Ahmad Muqowam, Khofifah Indar Parawansa, Gus Ipul, sampai dengan Sandiaga Uno," kata Arsul kepada wartawan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00