Elektabilitas Gerindra Naik, Tapi Prabowo Melorot

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (Dok. Istimewa/tempo)

KBRN, Jakarta: Sejak Juli 2020 di angka 17.7 persen, elektabilitas Partai Gerindra berhasil merangkak naik hingga mencapai 21.1 persen pada September 2020, dengan kata lain naik 3.4 persen dalam dua bulan terakhir.

Tapi di sisi lain, Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, ternyata kalah elektabilitas dalam tiga survei terakhir dari kader senior PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, dengan selisih dua persen. 

Banyak dugaan kenapa Partai Gerindra naik cukup bagus tapi Ketua Umumnya malah melorot dua persen, tapi dari Survei Lembaga Indikator Politik Indonesia hanya dapat memberikan alasan salah satu dari keduanya.

"Saya menduga Gerindra naik karena mampu memainkan dua kartu, satu sebagai bagian dari pemerintah, mendapatkan insentif sebagai the ruling party, tapi di sisi lain masih menjaga figur kritis yang mencoba merawat basis-basis Gerindra lama," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, mengenai hasil survei nasional bertema 'Politik Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi', secara daring, di Jakarta, Minggu (25/10/2020).

BACA JUGA: Elektabilitas Prabowo Dua Persen di Bawah Ganjar

Selain tentang elektabilitas partai, Burhanuddin juga sudah memaparkan hasil survei elektabilitas Prabowo Subianto.

"September ini kami melakukan lagi survei, Ganjar berada di tingkat pertama di tiga survei terakhir. Kemudian disusul Prabowo dan Anies (Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta) di tingkat ketiga," kata

Hasilnya, elektabilitas Ganjar berada di angka 18.7 persen, Prabowo 16.8 persen, dan Anies 14.4 persen.

Di bawah Partai Gerindra, ada dua partai politik yang mengalami kenaikan elektabilitas, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

PKS naik dari 4.4 persen menjadi 5.9 persen, sedangkan Demokrat naik dari 5.7 persen menjadi 5.9 persen.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan dengan metode simple random sampling lewat mengontak telepon ke responsden.

Sebanyak 1.200 dari 5.614 responden dihubungi Indikator Politik Indonesia saat melakukan survei yang berlangsung pada 24 hingga 30 September 2020 ini.

Survei ini memiliki toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00