AHY Sebut Data Covid-19 Tidak Transparan

Ketum Demokrat saat Rapimnas Demokrat 2020 secara daring.(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, Pemerintah Indonesia tidak transparan soal data kasus Covid-19.

"Harus kita akui, bahwa Indonesia masih memiliki permasalahan tentang validitas, dan transparansi data kasus, akibat Covid-19," ucap AHY dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) secara virtual, Jumat (25/9/2020).

AHY khawahtir jika pemerintah tidak trasparan tentang validitas, dan transparansi data kasus akibat Covid-19 akan terjadi lonjakan cukup tajam.

BACA JUGA: Rapimnas, AHY Singgung Dua Persoalan Indonesia Sekarang

"Ini bisa saja, layaknya puncak gunung es, just the tip of the iceberg. Hal ini tercermin, dari jumlah kasus positif yang ditemukan, per jumlah tes di Indonesia, yang masih 14 persen. Angka ini, masih jauh di atas standar WHO, sebesar 5 persen. Juga, tingkat kemampuan tes kita, masih rendah dan tidak merata," kata AHY.

Agar pemerintah makin berhasil, kata dia, perlu kebijakan, dan tindakan testing secara lebih masif. Kebijakan testing lengkap itu, meliputi testing, tracing, treating, isolating, and containing.

Kebijakan testing secara masif ini, lanjut dia, sangat mungkin meningkatkan kasus positif Covid-19 di masyarakat.

BACA JUGA: Mengendalikan Covid-19, Luhut Dibantu Sarjana Tehnik Listrik

"Namun, kita semua tidak perlu panik. Hasil testing yang menyeluruh ini, menjadi jalan menuju kesuksesan di dalam mengatasi krisis Covid-19, sebagaimana pengalaman negara lain yang dinilai sukses, dalam memerangi pandemi," kata AHY.

Ia meyakini, jika pemerintah fokus penyelesaian Covid-19, maka kehidupan ekonomi dan sosial akan dapat dipulihkan.

"Jika ini terjadi, Rakyat Indonesia akan kembali memiliki harapan dan keyakinan, bahwa masa depannya tidak gelap," tandasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00