Tolak Otsus II, Warga Nabire Abaikan Prokes

KBRN, Nabire: Aksi demo damai menolak Otonomi Khusus ( otsus) Jilid II, oleh masyarakat Papua di Nabire menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Nabire karena tidak mengindahkan anjuran pemerintah untuk mentaati protokol kesehatan dimasa pandemi covid-19.

Sekda Kabupaten Nabire Daniel Maipon, menyampaikan saat ini angka kasus positif covid-19 di Kabupaten Nabire terus meningkat, sehingga sangat disayangkan dengan adanya aksi demo damai menolak otsus oleh masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

“Jumlah Positif Covid-19 di Nabire terus meningkat, karena penyebaran melalui droplet antara manusia. Tidak hanya momen pilkada saat ini, tetapi dimasa pandemic covid-19 kami (Pemkab Nabire) juga melarang untuk sebenarnya tidak boleh ada kumpul-kumpul massa. Jangankan aksi demo, Pilkada yang diatur dengan aturan saja batasannya hanya 50 orang dengan agenda kampanye dan pendaftaran di KPUD,”

“Aksi demo tadi kami mengkhwatirkan akan menjadi klaster baru penyebaran covid-19 di Nabire lagi,” kata Sekda Maipon, Kepada RRI usai memantau aksi demo damai di Mapolres Nabire, Kamis (24/9) siang.

Ia menegaskan, dimasa pandemi covid-19 sebaiknya setiap warga mengindahkan protokol pencegahan covid-19 dengan menjaga jarak, tidak berkerumun dan memakai masker.

Dirinya mengkhawatirkan aksi demo damai ini akan menjadi klaster baru penularan covid-19 di wilayah Kabupaten Nabire khususnya dan wilayah Meepago umumnya.

“Kami berharap setiap warga masyarakat dapat mendukung tugas Pemerintahan Daerah Nabire dengan menjaga sitkamtibmas yang masih terjaga hingga saat ini. Selain itu dimasa pandemi hendaknya memperhatikan protokol kesehatan pencegahan covid-19, dan hendaknya kita semua dapat menyukseskan agenda negara yang besar yaitu pilkada serentak 2020 di Nabire,” Tandasnya.

Pantauan Radio Republik Indonesia, massa pendemo menolak Otsus Papua Jilid II di Nabire jumlahnya mencapai ribuan orang tidak memetahui protocol pencegahan covid-19, berkumpul dibeberapa titik dimulai dari jalan Kelurahan Bumi Wonorejo, menuju bukit Meriam.

Kemudian massa digiring satuan keamanan TNI-Polri setempat untuk menyampaikan aksinya didepan Pemerintah Daerah Nabire, Tokoh Adat, dan Tokoh Masyarakat yang dipusatkan di halaman Mapolres Nabire.

Setelah menyampaikan aspirasinya, ribuan massa pendemo damai tersebut kemudian membubarkan diri secara tertib.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00