Revisi Film G30-S/PKI Tak Miliki Urgensi Kebenaran

KBRN, Jakarta: Revisi terhadap film pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30-S/PKI) diyakini tidak mampu atau dapat menghadirkan fakta sesungguhnya terkait sejarah tersebut.   

Pakar Politik Dedi Kurnia Syah menilai, jika usulan revlsi tersebut diakomodir, maka kedua film itu sama-sama memiliki kepentingan propaganda dengan tujuan masing-masing.

"Tidak ada urgensi apapun meminta sebuah film direvisi, termasuk dari sisi politik, karena film memiliki takdir kulturalnya sendiri," kata Dedi saat dihubungi rri.co.id, Kamis (24/9/2020).

Baca Juga: Mulai Lantang, KITA Suarakan Revisi Film PKI

Menurutnya, jika seseorang tidak menyukai sebuah film, dengan alasan propaganda politik atau dengan dalih terdapat pelencengan sejarah, maka buat saja versi lain.

Namun, lanjutnya, film yang dibuat dengan versi lain tetap saja tidak dapat dihakimi sebagai bagian dari catatan sejarah, karena bukan dokumen resmi yang memiliki dampak terhadap politik dan pemerintahan.

"Hingga kapan pun kehadiran film dalam politik selalu berada di lingkar propaganda, bukan sebagai sebuah kebenaran yang harus dipertanggungjawabkan kebenaran isinya," pungkasnya.

(Ilustrasi cuplikan film G30-S/PKI/Foto: Istimewa).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00