Merger BUMN Penerbangan-Pariwisata Hanya Siasat untuk Hutang

Foto: ist

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Amin AK menyatakan, usulan merger BUMN penerbangan dan pariwisata sebagai siasat untuk menggelembungkan aset BUMN holding. 

Sehingga nantinya, terang dia, bisa melakukan pinjaman atau hutang dalam jumlah besar baik dari dalam maupun luar negeri. Kekhawatiran itu beralasan mengingat BUMN penerbangan sedang mengalami kesulitan finansial.

"Selain itu PT Angkasa Pura I dan II yang juga akan menjadi bagian dari holding sedang membutuhkan dana besar untuk menangani proyek-proyek yang akan dikerjakan," kata Amin di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Politisi PKS ini pun meminta pemerintah belajar dari praktik holding yang selama ini sudah berjalan, kurang membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi.

Diantaranya yakni holding BUMN Perkebunan, Semen, Energi, Pupuk, Kehutanan dan Farmasi yang sampai saat ini tidak memberikan dampak yang signifikan bagi perbaikan kinerja.

"Yang terjadinya hanya asetnya saja makin besar, namun dari sisi kinerja belum mengalami perbaikan sesuai harapan," imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00