Krisis Global, Bamsoet 'Bujuk' AHY

Pertemuan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dengan Ketua Umum Demokrat AHY, Kamis (6/8/2020).(Dok.Ist)

KBRN, Jakarta: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melakukan pertemuan bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Gedung MPR RI, Jakarta, Kamis (6/8/2020). Bambang menyatakan, Partai Demokrat merupakan partai dengan pengalaman berkuasa selama dua periode (2004-2014) dan menghadapi krisis global, pada tahun 2008.

"Berbagai capaian yang diraih Indonesia saat ini, tak lepas dari kontribusi Partai Demokrat saat sepuluh tahun berkuasa. Kini, selama sepuluh tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo, Partai Demokrat memilih berada di luar pemerintahan,” kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo dalam keterangan pers diterima RRI.co.id, Kamis (6/8/2020).

Dia juga menjelaskan, pertemuan bersama AHY guna mengajak Partai Demokrat bergotong royong dalam menyelesaikan berbagai persolan Indonesia sekarang.

Apalagi, kata dia, Partai Demokrat memiliki 1.878 anggota legislatif, terdiri 54 anggota DPR RI dan 1.788 anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi se-Indonesia. Walaupun, notabene Partai Demokrat saat ini berada di luar pemerintahan masa pimpinan Presiden Joko Widodo.

“Justru sudah memberikan teladan (Partai Demokrat, red),” ucap Bamsoet.

Bamsoet mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini minus 5.32 persen di Kuartal II 2020.

Sehingga, kata dia, ini menjadi cambuk bagi Bangsa Indonesia untuk lebih merapatkan barisan.

“Jangan sampai pertumbuhan ekonomi di Kuartal III kembali minus dan menyebabkan Indonesia masuk ke jurang resesi, seperti yang sudah dialami Singapura, Filipina, Korea Selatan, Jerman, Hongkong, Jepang, dan Amerika Serikat,” kata dia.

Bamsoet kembali menyerukan ajakan Partai Demokrat demi berpartisipasi, dan terlihat “merayu” Partai Demokrat supaya masuk Koalisi Indonesia Maju.

"Sebagai Ketua Umum termuda partai politik yang berada di parlemen 2019-2024, AHY pasti tak hanya mengandalkan jiwa mudanya dalam menahkodai Partai Demokrat. Ia juga mengandalkan pengalaman dan ketajaman pikiran. Patriotisme lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 sekaligus peraih bintang penghargaan Adi Makayasa ini tak perlu diragukan," kata Bamsoet.

Bahkan, Bamsoet tak segan mengakui kiprah AHY lantaran pernah bertugas sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh (2002), Kepala Seksi Operasi Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A (2006), dan bertugas menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan Israel dan Lebanon Selatan ketika Israel dan Hizbullah terlibat perang selama 34 hari.

"Peraih gelar akademik master dari berbagai universitas terkemuka dunia seperti Harvard, Amerika Serikat dan Nanyang Technological University, Singapura, ini pasti mampu memberikan warna baru bagi Partai Demokrat, melengkapi warna perjuangan yang sudah dilakukan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono," ucap Bamsoet.

Kondisi Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19 juga diakui politisi Partai Golkar ini menjadi penyebab merosotnya perekonomian Indonesia sekarang.

Dia menyebut, jumlah pengangguran saat ini tercatat mencapai 10.58 juta jiwa dengan potensi mencapai 12 juta jiwa hingga tahun 2021.

“Sementara kemiskinan dicatat BPS per Maret 2020 mencapai 26.4 juta jiwa. Jika bangsa ini hanya sibuk mengurusi persoalan politik, imbasnya pengendalian penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi akan terabaikan,” klaim Bamsoet.

Turut hadir para pengurus DPP Partai Demokrat, antara lain Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan, Sekretaris Jenderal Teuku Riefky, Bendahara Umum Renvile Antonio, Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI Benny K Harman, Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI Anton Surotto, dan Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPR RI Aliyah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00