Ingin Ikut Pilkada, ASN Ini Diganjar Sanksi

Mengenai langkah Abdul Aziz menuju Pilkada Kutai Barat. Risma mengungkapkan, Bawaslu Kubar tetap melakukan proses pemantauan, guna memastikan yang bersangkutan sudah memenuhi syarat sesuai Peraturan KPU terkait pencalonannya nanti.

“Untuk ke-Pilkada sih, kita hanya memantau saat beliau mendaftar untuk memastikan bahwa yang bersangkutan memang menyertakan SK Pensiunnya sebagai syarat mendaftar sebagai calon, karena syarat sebagai calon di PKPU-kan seperti itu. hal itu juga sudah kita sampaikan ke LO beliau, bahwa itu akan menjadi fokus kami selanjutnya,”ungkap Risma.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintahan Kota Samarinda yang Juga Bakal Calon Wakil Bupati Kubar - Abdul Aziz

Terpisah, Abdul Aziz menegaku, belum menerima rekomendasi tersebut. Namun Ia menegaskan tidak melanggar aturan sesuai yang dipersyaratkan bagi seorang ASN dalam proses pencalonan pelaksanaan Pilkada.

“Menurut saya, saya tidak melanggar aturan. Pegawai itukan sudah jelas konsekuensinya, kalau calon yang sudah ditetapkan oleh KPU wajib mundur dan kalau memenuhi syarat pensiun dini, ya pensiun dini. Itu maksud saya sebagai konsekuensi, bukan lagi bicara etik segala macam, tidak. Makanya saya agak bingung, orang dinyatakan calonkan setelah di tetapkan KPU. Saya inikan sudah dua kali calon, ini yang ke-tiga, jadi bukan barang baru,”tegasnya.

Bahkan Aziz berani mengklaim bahwa  undang-undang yang dipersoalkan terhadap dirinya tersebut merupakan undang-undang lama yang pernah dilewati saat pencalonan dua kali sebelumnya.

Selanjutnya : Aziz Diduga Langgar Kode Etik PNS di Pilkada Kubar

Halaman 2 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00