Pilkada Mahulu, Pasangan Ini Diusung 6 Parpol

“Periode pertama, baru tahap perencanaan dan persiapan, karena Mahakam Ulu ini tidak sama dengan daerah Pemekaran lain yang memang sudah ada rancangannya. Ibarat kita mau menempa besi menjadi parang, tombak dan segalam macamnya, Mahulu ini masih besi bulat,” tandas dia.

“Kalau kayak daerah lain, contoh di Kubar, saya juga mantan birokrasi di sana. Itu sudah ada bentuknya, artinya sudah ada kerangka parangnya untuk dibuat jadi parang, di Mahlu ini tidak. Perlu kreatif, perlu anggaran, pelu SMD yang tepat untuk menyelesaikannya,” tegas Avun.

Itulah yang menurut Avun, menjadi alasannya terjun ke-dunia politik mendampingi Bonifasius Belawan Geh, untuk menyelesaikan kerangka-kerangka pembangunan tersebut, sehingga pemimpin-pemimpin yang akan datang dapat lebih mudah mewujudkan pemerataan pembangunan di Kabupaten yang kini beranjak ke-usia 7 tahun tersebut.

“Artinya pembangunan Mahakam Ulu ini tidak mudah, kenapa tidak mudah?, karena perlu pemimpin yang tepat, salah satunya Pak Boni ini. Makanya saya berkehendak mendampingi beliau untuk menyelesaikan itu. Bukan berubah total, tidak. Artinya setelah dua periode berikutnya, pasti ada kerangka-kerangka yang sudah bisa dilanjutkan siapapun pemimpin yang melanjutkannya,” ungkap dia.

Untuk diketahui, dengan penerapan protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah, deklarasi yang berlangsung ditengah suasana Covid-19 ini, dihadiri oleh sejumlah Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Kaltim dan Kabupaten Mahulu, Pengurus Partai Gerindra, Demokrat dan Partai pendukung, sejumlah kader serta simpatisan, baik partai pendukung maupun pengusung.

Pasangan Boni-Avun, diusung oleh tiga Partai Politik (Parpol) yakni Gerindra, Golkar dan Demokrat, serta di dukung oleh Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dengan total kursi partai pengusung sebanyak 13 dari 20 kursi di DPRD Mahulu.

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00