Rekrutmen Pengawas Desa, Bawaslu Pelototi Peserta Berafiliasi Parpol

KBRN, Sragen : Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sragen memperketat rekrutmen Pengawas Pemilu Desa/Kelurahan. Hal ini dilakukan pasca dugaan adanya temuan pendaftar Panitia Pemilu Kecamatan (PPK) yang berafiliasi dengan parpol.

"Bawaslu akan lebih teliti dalam merekrut. Jangan sampai pengawas Pilkada Saragen yang terpilih punya afiliasi dengan partai politik," ungkap Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetyo, Rabu (12/2/2020).

Budhi mengatakan, Bawaslu akan lebih cermat dalam membuka pendaftaran agar tidak menunjuk PPD/PPL yang berafiliasi dengan Partai Politik. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan Pilkada mendatang benar-benar terselenggara dengan baik.

"Karena penyelenggara bertindak dengan netral," ujarnya.

Adapun, langkah yang dilakukan yakni mengecek identitas mereka di Sistem Informasi Calon (Silon) dan Sistem informasi parpol (Sipol) terkait keterlibatan dalam parpol. Aplikasi ini mendata partai dan anggota, terdeteksi dalam aplikasi tersebut.

Budhi menyampaikan saat ini sudah memasuki tahap pengumuman pendaftaran Senin-Minggu (10-16/2). Lantas pendaftaran dan ferivikasi administrasi Minggu-Sabtu (16-22/2).

”Pengumuman yang diterima nanti awal Maret,” tandasnya.

Budhi menyampaikan, syarat untuk menjadi PPL secara umum mudah dimengerti. Seperti Warga Negara Indonesia (WNI), sehat jasmani dan rohani, Syarat usia minimal 25 tahun dan pendidikan minimal setara SMA. 

"Setiap desa/kelurahan dibutuhkan satu orang sebagai ujung tombak pengawasan. Artinya untuk Sragen membutuhkan 208 orang yang siap melakukan pengawasan Pilkada," terang Budhi. 

Mereka akan bertugas selama 8 bulan dengan honor Rp 750 ribu per bulannya. Pihaknya juga bakal memperhitungkan kuota 30 persen untuk pengawas perempuan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00