Sosok Calon Penjabat Gubernur Aceh

Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki. (Foto: Istimewa)

KBRN, Jakarta: Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kapuspen Kemendagri) Benni Irwan menyatakan, tidak ada yang salah pada prosedur penunjukan Mayjen TNI (Purn) Achmad Marzuki calon Penjabat Gubernur Aceh.

Sebab, kata dia, Achmad Marzuki telah mengundurkan diri. 

"Bapak Achmad Marzuki bukan lagi Anggota TNI aktif, beliau sudah mengundurkan diri dan pensiun dari dinas aktif keprajuritan TNI. Statusnya saat ini, sudah Purnawirawan dan beralih sebagai ASN Kemendagri dengan jabatan Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa, yang merupakan jabatan pimpinan tinggi madya," kata Benni dalam keterangan pers dikutip, Rabu (6/7/2022).

Baca Juga: Mayjen Achmad Marzuki Pensiun Sebelum Jadi Pj Gubernur Aceh

Ketentuan prajurit TNI tidak boleh menjabat pada jabatan sipil diatur dalam undang-undang.

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI Pasal 47 ayat 1 berbunyi, "prajurit hanya dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan."

Namun, pada ayat 2 undang-undang tersebut, disebutkan bahwa prajurit aktif dapat menduduki jabatan pada kantor yang membidangi koordinator bidang Politik dan Keamanan Negara, Pertahanan Negara, Sekretaris Militer Presiden, Intelijen Negara, Sandi Negara, Lembaga Ketahanan Nasional, Dewan Pertahanan Nasional, Search and Rescue (SAR) Nasional, Narkotik nasional, dan Mahkamah Agung.

"Yang bersangkutan (Achmad Marzuki) telah pensiun dini, sehingga tidak lagi bisa dikatakan perwira aktif," kata Benni.

Achmad Marzuki saat ini berusia 55. Batas usia pensiun untuk TNI berbeda-beda setiap jabatannya. Untuk batas usia perwira memiliki batas usia pensiun yang paling tinggi, yakni 58 tahun. 

Aturan tentang batas usia pensiun untuk anggota TNI ini juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Mayjen TNI (Purn) Achmad merupakan perwira tinggi TNI lulusan angkatan 1989. Pria kelahiran Bandung 24 Februari 1967 itu sempat menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas.

Achmad mendapatkan pangkat Mayjen atau bintang dua ketika menjabat sebagai Pangdivif 3/Kostrad periode 2018-2020. 

Kemudian, dia menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda pada 2020 lalu. Dia sudah berpengalaman memimpin prajurit TNI AD di Aceh. 

Achmad sempat dimutasi sebagai Asisten Teritorial KSAD, pada 17 November 2021-25 Maret 2022.

Selepas itu, dia menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kewaspadaan Nasional Lemhanas berdasar surat telegram mutasi yang diteken Panglima TNI Andika Perkasa, pada 25 Maret lalu.  

Hingga pada Selasa (4/7/2022) kemarin, dia dipercaya mengemban tugas sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa Kementerian Dalam Negeri. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar