Publik Indonesia Apresiasi Misi Perdamaian Jokowi

Presiden dan Ibu Iriana turun dari kereta disambut oleh Deputi Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Senik, Kepala Komisi Hubungan Antar Pemerintah Ukraina-Indonesia Taras Kachka, dan pejabat KBRI Kyiv. (Dok: Biro Pers Sekretariat Presiden)

KBRN, Jakarta: Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menilai misi perdamaian Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia mendapatkan apresiasi tinggi dari publik Tanah Air. 

"Membaca data survei yang pernah dilakukan Indikator Politik Indonesia, ada banyak dukungan yang diberikan masyarakat atas sikap Jokowi dalam merespons konflik Rusia-Ukraina," kata Burhanuddin Muhtadi, Direktur Indikator Politik Indonesia, kepada wartawan, Sabtu (2/7/2022). 

Dari hasil survei yang dilakukan Indikator, 18-24 Mei lalu, mayoritas masyarakat mendukung penerapan prinsip nonblok dan bebas aktif yang dilakukan Indonesia terkait konflik kedua negara. 

Sebagai presidensi G20, Pemerintah Indonesia tetap mengundang Rusia dan Ukraina dalam pertemuan. Menurut Burhanuddin, langkah tersebut didukung mayoritas masyarakat. 

Burhanuddin menjelaskan, sebanyak 71,6 persen masyarakat setuju dengan sikap pemerintah Indonesia mengundang Rusia-Ukraina. Sementara ada 22 persen tidak setuju dan 6,5 persen lainnya tidak tahu.

Hasil Survei Indikator Politik Indonesia 18-24 Mei 2022

tentang Sikap Publik Indonesia

"Masyarakat juga setuju mengundang Rusia dan Ukraina, jadi inginnya di tengah-tengah saja, padahal Ukraina bukan Anggota G20. Jadi orang Indonesia itu jangan mau ke kanan ke kiri, jadi sikap pemerintah didukung publik," kata Burhanuddin. 

Indikator juga melihat atensi masyarakat saat Indonesia hanya mengundang Rusia saja. Mayoritas masyarakat juga tetap setuju, dengan 76,6 persen. Sementara yang menyatakan tidak setuju berada di angka 15,8 persen. 

"Secara umum, masyarakat mendukung pemerintah untuk tetap mengundang Rusia. Jadi Rusia ini banyak pendukungnya, meskipun banyak penentangan dari negara Barat," ucap Burhanuddin.

Langkah-langkah Indonesia tetap menjaga persahabatan dengan negara lain, menyikapi perang Rusia-Ukraina, turut mendapat banyak dukungan publik.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar