Kemendagri Buka Akses NIK untuk KPU

Ketua KPU RI, Hasyim Asy"ari usai perjanjian kerja sama dan penyerahan hak akses Nomor Induk Kependudukan (NIK) antara KPU dengan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (29/6/2022)/ RRI/ Alfreds Tuter/.jpeg

KBRN, Jakarta: Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi membuka akses data kependudukan, dalam hal ini Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU). 

Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan, kerja sama ini merupakan rangkaian upaya pemuktahiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih untuk Pemilu Serentak 2024 mendatang.

"Di antara yang penting perjanjian kerja sama itu adalah akses NIK yang diberikan juga sekaligus pada hari ini oleh pak Dirjen pada Sekjen KPU dalam rangka untuk kegiatan pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih untuk pemilu 2024," ungkapnya usai kegiatan berlangsung di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (29/6/2022). 

Hasyim menjelaskan, ada beberapa data yang nantinya secara bertahap dilakukan pertukaran antara kedua instansi. Misalnya, penyerahan data agregat kependudukan pada tingkat kecamatan pada awal Juli mendatang. 

Penyerahan data itu, beber Hasyim, merupakan dasar untuk menyusun dan menata daerah pemilihan.

"Kemudian bagi partai politik sebetulnya anggotanya itu seper seribu jumlah penduduk itu berapa per kabupaten kota," jelasnya.

Selain itu, penyerahan data juga sebagai dasar untuk warga negara Indonesia yang akan mencalonkan diri sebagai calon perseorangan peserta Pemilu DPD.

Lebih lanjut, ia menegaskan, komitmen sharing data kependudukan ini juga bertujuan agar data pemilih semakin valid. Termasuk upaya dalam mendata warga negara yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu Serentak 2024 mendatang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar