Ratusan Mahasiswa Tuntut Pembahasan Kembali RKUHP

Ratusan Mahasiswa Melakukan Demo RKHUP di Depan Gedung DPR RI. (Foto: Lukman Tara/RRI)

KBRN, Jakarta: Ratusan mahasiswa dari sejumlah kampus melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR RI, Selasa (28/6/2022).  Mahasiswa minta pembahasan revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dibuka kembali karena masih ada beberapa pasal yang dinilai kontroversial.

"Kami minta agar DPR segera membuka draf RKUHP, memberi ruang partisipasi, dan membuang pasal-pasal bermasalah dalam RKUHP," kata Ketua BEM Universitas Indonesia Bayu Satria Utomo di depan gedung DPR RI.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Reformasi KUHP juga mendesak Presiden dan DPR RI untuk membuka draf terbaru RKUHP. Serta melakukan pembahasan RKUHP secara transparan dengan menjunjung tinggi partisipasi publik yang bermakna. 

Mahasiswa menyoroti adanya pasal-pasal yang berpotensi membungkam kebebasan berpendapat dan berekspresi warga negara. Setidaknya ada dua pasal yang dinilai kontroversial yakni Pasal 273 RKUHP dan Pasal 354 RKUHP.

Pasal 273 RKUHP memuat ancaman pidana penjara atau denda bagi penyelenggara pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu yang mengakibatkan terganggunya kepentingan umum, menimbulkan keonaran, atau huru-hara.

Sementara Pasal 354 RKUHP memuat ancaman pidana penjara atau denda bagi setiap orang yang melakukan penghinaan terhadap kekuasaan umum atau lembaga negara melalui sarana teknologi informasi.

Demonstrasi mahasiswa ini tidak berhasil bertemu satu pun anggota DPR.  Dan mereka membubarkan diri pada petang hari, setelah berdemonstrasi sejak siang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar