Legislator Apresiasi Langkah Presiden Jokowi ke Ukraina-Rusia

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani (Foto: Partai Golkar)

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI menilai Presiden Joko Widodo sudah melakukan langkah nyata dalam usaha mendamaikan Rusia dan Ukraina. Langkah itu adalah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Rencana presiden tersebut merupakan langkah tepat, karena Indonesia bisa punya kontribusi makin jelas," kata Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani kepada wartawan, Sabtu (25/6/2022). 

Lebih jauh, Christina mengungkapkan, kunjungan Jokowi rencananya dilakukan setelah menghadiri KTT G7 di Jerman pada 26-27 Juni 2022. Sehingga, masyarakat dalam negeri maupun dunia menantikan peristiwa tersebut terjadi. 

"Dalam konflik Rusia dan Ukraina yang diketahui bersama adalah dampaknya yang makin kompleks," kata Aryani. 

Terlebih, lanjut Politisi Golkar ini, Presiden Jokowi merupakan pimpinan negara pertama di Asia yang melakukan kunjungan ke Rusia dan Ukraina. Meski situasi perang Rusia dan Ukraina hingga sekarang masih kompleks. 

"Banyak negara mungkin ragu mengambil langkah, tetapi Indonesia berani melakukan ini dengan tentunya pertimbangan utama kemanusiaan. Jadi wajar kalau kita apresiasi dan harus mendukung," tukasnya. 

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menjelaskan rencana Presiden Jokowi mengunjungi Kiev, Ukraina, dan Moskow, Rusia. Kunjungan Jokowi itu dilakukan setelah menghadiri KTT G7 di Jerman pada 26-27 Juni 2022. Jokowi direncanakan akan melakukan pertemuan secara langsung dengan kedua pimpinan negara. 

"Dalam kunjungan ke Kiev dan Moskow, tentunya Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Presiden Zelensky dan Presiden Putin," kata Retno, Rabu lalu.

Retno mengungkapkan, Jokowi ingin berkontribusi di tengah masalah yang sangat rumit akibat perang Rusia dan Ukraina.

Dia mengakui, meskipun situasinya sulit dan masalahnya kompleks, sebagai Presiden G20 dan salah satu anggota Champion Group dari Global Crisis Response Group yang dibentuk Sekjen PBB, Presiden Jokowi memilih untuk mencoba berkontribusi, tidak memilih untuk diam.*

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar