Legislator: Pemindahan IKN Merupakan Pemerataan Pembangunan

Dokumentasi-Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia saat memberikan keterangan kepada wartawan/ RRI/ Bunaiya.jpg

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia menuturkan, langkah memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia ke Kalimantan Timur merupakan bagian dari pemerataan pembangunan. 

Politisi Partai Golkar ini berharap, IKN baru mampu membuat wilayah Indonesia seperti Sulawesi dan Kalimantan juga dikenal negara-negara luar. Tidak hanya Jakarta dan Bali. 

“Jadi, program pemerataan pembangunan yang dicanangkan pemerintah ini harus didukung banyak pihak,” kata Doli kepada wartawan, Rabu (22/6). 

Doli yang juga menjabat Kordinator Presidium Majelis Nasional (MN) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengatakan, KAHMI sangat mendukung kebijakan pemerataan pembangunan ini. 

Namun, lanjut Doli, pemindahan IKN membutuhkan waktu yang cukup lama, artinya penyelesaian pembangunan akan berlangsung secara bertahap, baik di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Sumatera hingga ke wilayah timur Indonesia lainnya.

“Namun, perpindahan Ibu Kota ini tidak bisa dilakukan secara sekejap. Harus dilakukan secara perlahan dan bertahap,” jelas Doli.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar di Ibu Kota Negara (IKN) baru akan dimulai pada Agustus 2022. L

“Kami akan memulai pembangunan infrastruktur dasar IKN pada Agustus 2022 mendatang,” kata Basuki lewat keterangan tertulisnya.

Terkait itu, pihaknya akan mengirimkan 39 insinyur muda ke Korea Selatan untuk menjalani pelatihan terkait smart city, dan juga belajar mengenai Structural Health Monitoring System (SHMS) untuk jembatan nasional di Indonesia, serta penyusunan Master Plan dan Pilot System Intelligent Transport Systems (ITS) untuk Area Metropolitan Jakarta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar