Pembelajaran Tatap Muka Harus Kedepankan Kebersihan Lingkungan

Foto: Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (Foto Dok MPR)

KBRN, Jakarta: Pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% harus mempertimbangkan juga ancaman penularan penyakit selain Covid-19. Aspek kebersihan lingkungan sekolah dan kesehatan siswa secara luas harus menjadi perhatian dalam proses belajar mengajar. 

"Dengan level PPKM di banyak daerah yang semakin rendah, penyelenggaraan PTM 100% di berbagai daerah pun sudah diterapkan. Munculnya indikasi kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak  harus menjadi perhatian serius para pemangku kepentingan dalam penerapan PTM 100%," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/5/2022). 

Surat Keputusan Bersama atau SKB 4 Menteri (Mendikbudristek, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri) mengatur tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 yang turut mengatur pembelajaran tatap muka atau PTM 100%. Dalam SKB 4 menteri tentang PTM itu pada penyelenggaraan PTM dilaksanakan berdasarkan level pembatasan penyelenggaraan kegiatan masyarakat (PPKM)  yang ditetapkan pemerintah pusat dan capaian vaksinasi Covid-19 pendidik dan tenaga kependidikan, serta warga masyarakat lanjut usia (lansia).

Menurut Lestari, dengan munculnya sejumlah indikasi kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di sejumlah daerah, penyelenggaraan PTM 100% harus mempertimbangkan faktor kesehatan secara luas. 

Lestari menilai sejumlah faktor pendukung untuk memastikan keamanan para pendidik dan peserta didik dari penularan sejumlah penyakit saat PTM 100%, harus menjadi perhatian serius. 

Ia mengatakan, sosialisasi masif untuk membiasakan masyarakat, pendidik dan peserta didik hidup bersih dan sehat harus konsisten dilakukan. 

"Harus menjadi program nasional untuk mencegah berulangnya penyebaran sejumlah penyakit di tanah air," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar