Menuju Pemilu 2024, Polri Antisipasi Info Hoax

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan (Dok. RRI/IMMANUEL CHRISTIAN)

KBRN, Jakarta: Menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Polri menyatakan siap mengantisipasi penyebaran informasi hoax di masyarakat terlebih dari media sosial. 

Tindakan preventif dan persuasif menjadi pendekatan dalam menerapkan antisipasi itu. Imbauan bagi masyarakat untuk bijak dalam media sosial merupakan salah satu langkah yang nyata untuk mengatasi ombak informasi hoax.

“Dalam menerima informasi kita mengimbau agar menyaring dulu atau memfilter dulu baru membagikan,” ucap Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (24/1/2022).

Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Polri telah mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Polri telah mengantisipasi penyebaran hoax yang berpotensi mulai terjadi pada 2022.

"Prediksi kami tahun 2022 sampai menjelang 2024 situasi-situasi seperti itu (penyebaran berita hoax) akan muncul kembali dan ini harus kita antisipasi bersama," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo pada acara Kosgoro 1957 secara daring, Rabu (12/1/2022).

Polri sudah memiliki pengalaman yang terjadi di Pemilu 2019 yaitu eskalasi gangguan kamtibmas sudah mulai meningkat.

Kalender kamtibmas 2022 akan menjadi acuan Polri dalam hal mencegah gangguan kamtibmas yang timbul dari bulan Januari-Desember.

Menurutnya, suasana kamtibmas yang baik akan berpengaruh terhadap ekonomi yang makin baik.

"Posisinya mendekati tahun-tahun politik atau mendekati pesta demokrasi di 2024, meskipun masih beberapa tahun lagi, isu-isu yang berkembang ini sudah mulai mengarah ke sana," ucapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar