FOKUS: #VAKSIN COVID

Bamsoet Minta Vaksin Booster Segera Diberikan

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah melanjutkan program vaksinasi tahap dua di 30 provinsi  agar program vaksin tahap tiga/booster dapat segera diberikan. (Foto: Dok. Antara)

KBRN, Jakarta: Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah melanjutkan program vaksinasi tahap dua di 30 provinsi  agar program vaksin tahap tiga/booster dapat segera diberikan.  

"MPR berharap seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan hingga TNI dan Polri tetap berupaya membantu percepatan vaksinasi masyarakat. Dan diharapkan, upaya-upaya percepatan vaksinasi ini terus ditingkatkan serta diperluas di daerah yang masih minim capaian vaksinasinya," kata pria yang sering disapa Bamsoet, seperti dikutip RRI.co.id di Jakarta, Selasa (18/1/2022).

Selain itu, Politikus Partai Golkar itu juga mengimbau kepala daerah yang angka vaksinasinya masih di bawah 70 persen untuk segera melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 hingga dosis lengkap. 

"Komitmen pemerintah dalam berupaya mencapai target vaksinasi Covid-19 dosis lengkap yakni minimal 70 persen penduduk Indonesia, disamping mempercepat program vaksinasi booster bagi masyarakat agar masyarakat bisa lebih siap jika terjadi kenaikan kasus akibat varian omicron," tandasnya.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron di Indonesia menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo.

Dalam keterangan pers yang berlangsung di Istana Kepresidenan Bogor, pada Selasa (18/01/2022), Presiden Jokowi mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada.

Kewaspadaan menurut Kepala Negara sangat penting untuk dilakukan, namun tidak perlu berlebihan agar tidak menimbulkan kepanikan. 

BACA JUGA: Jokowi Anjurkan Kerja Dari Rumah

Berikut ini pernyataan lengkap Presiden Joko Widodo dari Istana Kepresidenan Bogor, seperti dikutip RRI.co.id, Selasa (18/01/2022):

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bapak-Ibu dan Saudara-saudara yang saya hormati, Saat ini kita sedang mengalami tren kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron.

Oleh sebab itu, kita semua harus mewaspadai tren ini, namun tidak perlu bereaksi berlebihan.

Berhati-hati perlu, waspada perlu, tapi jangan menimbulkan ketakutan dan jangan menimbulkan kepanikan.

Berbagai studi, termasuk laporan WHO (World Health Organization), menyebutkan varian Omicron memang lebih mudah menular, namun gejalanya lebih ringan.

Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya pulih tanpa harus dirawat di rumah.

Tapi sekali lagi, kita harus waspada, jangan jemawa, dan jangan gegabah. 

Oleh karena itu, jika Bapak-Ibu dan Saudara-saudara sekalian tidak memiliki keperluan mendesak, sebaiknya mengurangi kegiatan di pusat-pusat keramaian.

Dan untuk mereka yang bisa bekerja dari rumah (work from home), lakukanlah kerja dari rumah.

Dan saya juga meminta untuk tidak bepergian ke luar negeri jika tidak ada urusan yang penting dan mendesak. 

Bapak-Ibu dan Saudara-saudara sekalian, Saya tidak akan pernah bosan untuk terus mengingatkan selalu gunakan masker, menjaga jarak, dan jangan lupa mencuci tangan.

Intinya, ikuti protokol kesehatan dengan disiplin. 

Hal penting lainnya di masa pandemi adalah vaksinasi.

Yang belum mendapatkan vaksin segeralah untuk divaksin. Yang sudah mendapatkan vaksin pertama, segera vaksin untuk yang kedua.

Yang sudah dua kali vaksin, segera cari vaksin ketiga (vaksin booster).

Semuanya gratis, karena vaksinasi penting demi keselamatan kita semuanya.

Demikian yang bisa saya sampaikan.

Terima kasih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar