Muhaimin Minta Stok Pupuk Subsidi Dipastikan Aman

Ilustrasi Pupuk Subsidi / ANTARA FOTO / Dedhez Anggara / pras

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, meminta kementerian terkait untuk memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi aman. 

Hal itu menurut dia dilakukan guna meringankan beban petani yang terdampak tingginya harga pupuk nonsubsidi. 

”Lonjakan harga pupuk nonsubsidi ini menyebabkan sejumlah masalah seperti terhambatnya produksi serta semakin tingginya harga komoditas pangan,” ujar Gus Muhaimin di Jakarta, seperti dikutip RRI.co.id, Rabu (12/1/2022). 

Untuk itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipasi potensi kelangkaan pupuk bersubsidi akibat meledaknya permintaan yang disebabkan lonjakan harga pupuk nonsubsidi dan dugaan permainan oknum mafia pupuk. 

Di sisi lain, Gus Muhaimin meminta pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian insentif terhadap produsen pupuk dalam negeri, sebagai upaya mengontrol kenaikan harga pupuk non subsidi yang terdampak akibat naiknya bahan baku pupuk internasional. 

Dimintanya juga kementerian terkait untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi ke petani dan melakukan pemetaan masalah untuk menemukan solusi konkret dalam menyelesaikan permasalahan terhambat dan tidak meratanya distribusi pupuk bersubsidi. 

Gus Muhaimin juga meminta kementerian terkait untuk melakukan evaluasi dan verifikasi kembali data petani penerima bantuan pupuk bersubsidi di lapangan sehingga penerima pupuk bersubsidi tepat sasaran dan sesuai.

Sebelumnya, harga pupuk nonsubsidi yang mencapai 100 persen pada pekan pertama Januari 2022.

Tren kenaikan harga pupuk nonsubsidi itu sudah berlangsung sejak Oktober 2021.

Ketua Pusat Perbenihan Nasional (P2N) Serikat Petani Indonesia (SPI), Kusnan mengatakan, kenaikan harga pupuk nonsubsidi itu turut mengoreksi pendapatan petani secara nasional.

Konsekuensinya, nilai tukar petani atau NTP untuk tahun 2021 masih berada di bawah standar impas. 

Harga pupuk nonsubsidi yang pada 2020 akhir hanya Rp265 ribu-Rp280 ribu per sak isi 50 kilogram (kg) pupuk Urea.

Tapi sekarang Oktober hingga November 2021, harga pupuk itu mengalami kenaikan menjadi Rp380 ribu. 

Kenaikan harga itu berlanjut pada Desember 2021 mencapai Rp480.000 hingga Rp500 ribu.

Bahkan di luar Jawa tembus Rp600 ribu.

Hal tersebut menurut dia menyebabkan kerugian bagi petani karena harga jual komoditas yang masih rendah di tingkat petani dan kenaikan harga komoditas yang tidak normal di tingkat pasar. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar