Isu Pemilu Dimajukan, Doli: Sepakat dengan Siapa?

Ahmad Doli Kurnia / Dok. Bunaiya / RRI

KBRN, Jakarta: Ketua Komisi II Ahmad Doli Kurnia menegaskan, belum ada kesepakatan resmi antara pemerintah, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan komisinya terkait jadwal Pemilu 2024 yang dimajukan. 

"Ada isu-isu tanggal berapa ada kesepakatan pemerintah segala macam itu ya kita patokannya apa. Sekarang dibilang pemerintah sepakat, sepakat dengan siapa? siapa yang mewakili pemerintah siapa yang mewakili KPU dan siapa yang mewakili DPR," tegas Doli yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (9/12/2021).

Doli menegaskan itu untuk menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid yang mengatakan bahwa pemerintah sudah bersepakat menentukan hari pencoblosan Pemilu 2024 pada 15 Februari. Adapun Pilkada dimajukan ke bulan September dari November.

Perlu diketahui, Komisi II telah meminta pemerintah melakukan konsolidasi terkait tanggal pencoblosan Pemilu. KPU juga diminta mereka untuk melaksanakan konsolidasi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) selalu penyelenggara dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Namun menurut Doli, sampai hari ini pihak Kemendagri dan KPU belum memberikan hasil konsolidasi mereka terkait jadwal Pemilu kepada Komisi II DPR. 

"Sampai hari ini mereka belum memberikan informasi kepada kita secara resmi hasil konsolidasi mereka itu," tegasnya lagi. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah sebelumnya mengusulkan Pemilu digelar pada 15 Mei 2024. Di satu sisi KPU mengusulkan pesta rakyat lima tahunan itu digelar pada 21 Februari 2024.

Nah, demi menyamakan tanggal pencoblosan Pemilu 2024, Doli menjelaskan, Komisi II telah berencana untuk bersidang bersama pemerintah dan KPU pada awal masa sidang yang akan datang. 

"Komisi II nanti di awal masa sidang berikutnya setelah reses kami akan undang lagi itu raker Mendagri KPU segala macam. Silakan kalau ada perubahan sampaikan di situ. Kita bahas lagi," demikian Doli.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar