I Nyoman Parta, Sayangkan Pemberhentian Security Avsec Bertatto

Sejumlah security Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, datang kerumah aspirasi (foto:istimewa)

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dapil Bali, I Nyoman Parta, menyayangkan keputusan Pihak PT Angkasa Pura Supports (APS) terkait pemberhentian security dengan alasan bertato dan bertindik. 

"Saya menyayangkan rencana menghentikan kontrak karena Pertama, alasan bertato dan ada bekas tindik dalam situasi sekarang sudah tidak relevan," kata I Nyoman Parta kepada RRI melalui keterangan resminya, Selasa (23/11/2021).

Ia menjelaskan bahwa security yang akan diberhentikan tersebut nyatanya sudah bertato dan bertindik sebelum mereka masuk menjadi Security Avsec. Bahkan, ia tidak mempersalahkan karena tattonya pun tertutup baju. 

"Lagian tattonnya juga tidak terlihat ketika menggunakan seragam, Masak gara-gara gambar burung kecil dilengan tidak dilanjutkan kontraknya. Kedua, kondisi hari ini justru ketika AP 1 Ngurah Rai mulai ada pemasukan karena wisatawan domestik terus beranjak bangkit," jelasnya. 

I Nyoman Parta menganggap bahwa ini merupakan hal diskriminatif bagi mereka yanag akan diberhentikan. Alasannya, karena sejumlah pegawai tetap yang memiliki tatto justru tetap dipertahankan. 

"Ketiga, agak lucu dan cendrung diskriminatif  persyaratan tidak bertatto dan pernah ada tindik hanya untuk mereka tenaga kontrak saja, sedang di Angkasa Pura 1 banyak juga Scurity yang sudah jadi tenaga tetap juga memikik tatto," kelasnya kembali. 

Sementara itu, diketahui mereka yang terancam tidak dilanjutkan kontraknnya sebagian besar adalah warga lokal Bali dan rata-rata sudah berkeluarga dan punya anak. Ia menduga rencana ini dilakukan hanya untuk menghindari beban pembayaran BPJS dan kemudian merekrut tenaga baru yang masih muda.

"Saya akan menyampaikan dengan APS dan pihak Angkasa Pura 1 serta juga Kementerian BUMN untuk meninjau persyartan itu, karena tidak adil, cendrung diskriminatif dan tidak manusiawi," tegasnya. 

Akibat hal ini, sejumlah security Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, datang kerumah aspirasi untuk menyampaikan bahwa mereka terancam  tidak dilanjutkan kontaknya oleh Pihak PT Angkasa Pura Supports (APS) anak perusahan dari  PT Angkasa Pura 1. 

Mereka merasa kecewa dan resah karena alasan karena adanya SE dari Angkasa Pura 1 sebagai pemberi kerja pemutusan salah satu syaratnnya  yg tidak adil yaitu  tidak bertato dan bertindik.   

Diketahui, mereka yang akan diberhentikan merupakan security sudah bekerja di Airport selama 13-20  tahun lamanya dan tidak pernah ada masalah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00