Pernyataan Gubernur Lemhannas, TBH: Saya Gagal Paham

KBRN, Jakarta: Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Pur) TB Hasanuddin mengatakan tidak memahami maksud pernyataan Gubernur Lemhanas Agus Widjojo menyebutkan bahwa TNI milik Presiden.

"Ketika saya mendengar narasi dan mendengar videonya, jadi apa yang disampaikan senior saya, kebetulan juga Gubernur Lemhannas, saya gagal paham," tegas TB Hasanuddin saat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Kanal Anak Bangsa TV, Rudi S Kamri di kanal YouTube Kanal Anak Bangsa, Selasa (12/10/2021).

TB berpendapat, pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa militer di Indonesia seperti berada di sebuah negara demokrasi liberal.

"Artinya tentara itu dibentuk sebagai kekuatan politik. Kemudian di situ bahkan tidak ada militer itu sebagai pejuang, kalau perlu tentara itu adalah tentara bayaran," ujarnya.

Karena itu, tegas TB, hal itu sangat berbeda dengan sejarah pembentukan TNI di Indonesia yang sangat erat kaitannya dengan rakyat. Dimana rakyat sebagai pondasi berdirinya kekuatan militer di Tanah Air.

"Kalau kita sejak pembentukan negara ini itu kan tahun 45, kita belum ada militer, baru kemudian dibentuk badan keamanan rakyat. Yang merekrut adalah rakyat yang ingin berjuang mempertahankan kedaulatan rakyat, sehingga rakyat dengan militer nggak bisa dipisahkan, seperti air dengan ikan," ungkap TB.

Diketahui, pernyataan Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo bahwa "TNI tidak bersatu dengan rakyat dan rakyat itu milik Presiden", menimbulkan polemik luas di masyarakat.* 

Pernyataan itu terungkap saat wawancaranya dengan presenter Najwa Shihab beberapa waktu yang lalu.

Wawancara tersebut berkaitan dengan pemecatan terhadap Brigjen TNI Junior Tumilaar karena membela seorang Babinsa, anak buahnya di Sulawesi Selatan. Sehingga Agus Widjojo menegaskan narasi-narasi yang mengatakan bahwa TNI bersama rakyat adalah sebuah kekeliruan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00