Pentingnya Inovasi Artificial Intelligent dalam Wujudkan RUU-PDP

Foto: Ilustrasi Perlindungan Data Pribadi (Istimewa)

KBRN, Jakarta: Pentingnya Artificial Intelligent (AI) dalam mewujudkan RUU PDP memberikan suatu inovasi baru agar semakin kuat penyesuaian antara pemanfaatan media digital, terwujudnya RUU PDP, dengan perkembangan teknologi di Era Society 5.0. Adanya pengolahan data pribadi dengan Artificial Intelligent (AI) menciptakan adanya tahap baru dalam proses mewujudkan RUU PDP diantaranya mulai dari Novel Therapeutic Agent Discovery, Integrasi Data, meningkatkan efisiensi dan kemujaraban fisik dari praktis kesehatan, sampai optimalisasi alokasi aset.

Demikian kesimpulan dalam diskusi Webinar Ngobrol Bareng Legislator yang bertajuk "Data Pribadi sebagai Sumber Daya Nasional Terbaru di Era Digital" yang diselenggarakan di Jakarta, pada Sabtu (18/9). Agenda Webinar ini dihadiri oleh Rizki Aulia Rahman Natakusumah selaku Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi Demokrat, dan narasumber lainnya ada Semuel A. Pangerapan selaku Dirjen Aplikasi Informatika dan Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA yang juga merupakan Ketua Indonesia AI Society (IAIS).

"Pada tahun 2020, Kementerian Kominfo bersama Kata Data melakukan survey status literasi digital nasional yang mengacu pada kerangka literasi digital unit UNESCO. Kajian tersebut menunjukan bahwa indeks literasi digital Indonesia ada pada angka 3,47 dariskala 1-4. Dimana hal itu menunjukan bahwa literasi digital Indonesia hanya ada pada sedikit diatas sedang namun belum mencapai tingkat baik," kata Semual A. Pangerapan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (18/9).

Di agenda yang sama, Rizki Natakusumah menyampaikan tugas legislator dalam mewujudkan RUU PDP. 

"RUU PDP dalam prosesnya perlu adanya permusyawaratan atau masukan dari semua bapak ibu guru seperti bapak ibu guru yang tergabung dalam Keluarga Besar Ikatan Guru TK Indonesia Kabupaten Pandeglang mengenai setiap pembahasan yang ada pada RUU PDP. Sehingga RUU PDP tersebut tidak bisa asal dirampungkan. Pembuatan regulasi ini menjadi prioritas kami untuk mempercepat perampungan RUU PDP agar menuai manfaat bagi masyarakat," kata Rizki dikesempatan yang sama.

Sementara Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA menjelaskan ada empat elemen utama dari AI dalam pengelolaan data pribadi, yakni Data yang mencakup Data Providers, Data Buyers, dan Value-added Data Services yang didesentralisasikan menjadi Big Data yang juga merukan gabungan dari Integrasi Big Data dan Democratic AI. 

"Elemen-elemen selanjutnya, yaitu Algorithm, Computing Power, dan Use Case (Kasus Penggunaan)," kata Lukas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00