Tegas Soal Mural Kapolri Dapat Apresiasi

KBRN, Jakarta: Penindakan penertiban gambar dinding atau mural sedang ramai di perbincangkan. Salah satunya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah menegur Kapolri terkait tindakan reaktif aparat terhadap pelaku mural berisi kritik ke pemerintah.

Sementara itu, Ketua komisi IV DPRD Kepri, Rizki Faisal sambut positif sikap Kapolri dalam menyikapi tindakan anggota Polri  terkait dengan penertiban kritik yang disampaikan melalui mural atau gambar dan tulisan di dinding. 

Diketahui belakangan penindakan tersebut menuai menuai protes keras netizen dan sejumlah pihak.

Rizki menjelaskan, Program unggulan Kapolri Jenderal Listyo sigit adalah Presisi, dimana salah satu programnya adalah bagaimana mengaktualisasikan pelayanan masyarakat yang lebih humanis, antara lain tilang elektronik, sim online, program restorastive justice, dan beberapa yang lainnya.

"Progam presisi ini kan jelas ya, pesan yang termuat adalah meminimalisir kontak fisik antara petugas di lapangan dengan warga, sehingga konflik of interest bisa dihindari atau tercegah," ujar Rizky saat di hubungi, Kamis (16/9/2021). 

Menurut Rizki, bahwa Presiden Jokowi dan Kapolri sangat menghargai demokrasi dengan selalu berusaha untuk mendengar pendapat atau kritik yang disampaikan oleh siapapun.

"Sejumlah tindak pengamanan seperti peristiwa kritik yang disampaikan melalui mural tentu itu bukan merupakan kebijakan Kapolri tapi spontanitas petugas di lapangan," ungkap Sekretaris partai Golkar Kepri itu. 

Rizki menuturkan, petugas sepertinya hanya ingin bertindak cepat agar situasi kondusif terkendali, tanpa mempertimbangkan bahwa tindakan reaksioner itu dapat diartikan aparat berlebihan dalam tindakannya. 

"Karena itu sikap cepat Kapolri mengeluarkan kebijakan berupa Instruksi untuk dijadikan pedoman dilapangan dengan tetap mengutamakan nilai-nilai demokrasi dan mengedepankan sikap humanis tentu harus kita apresiasi sebagai bentuk keberpihakan Kapolri pada nilai-nilai demokrasi," tutur Rizki. 

Selama dilakukan dalam koridor yang dibenarkan secara aturan dan hukum yang berlaku, menurut Rizki pihak kepolisian akan memberi ruang agar dapat tersampaikan dengan baik. 

"Ini bagus sekali, sesuai dengan visi misi Kapolri yang terus berusaha mengedepankan humanisme dalam menjalankan tugas dilapangan," tambah Rizki. 

Diberitakan sebelumnya, Jokowi dianggap warganet alergi terhadap kritik lantaran sikap reaktif terkait mural-mural dan protes. 

Salah satunya, gambar wajah Presiden Jokowi yang disertai tulisan 404: Not Found yang dituliskan menutupi mata gambar itu. Pembuatnya lantas dicari polisi.

Tak lama setelah itu, seorang pria di Tuban juga ditangkap polisi karena mempromosikan baju dengan desain yang mirip dengan mural itu. Namun, pria yang berprofesi sebagai tukang sablon itu tak diproses hukum setelah meminta maaf.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00