Legislator: PPKM Dengan Level Langkah Tepat

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. (Foto: Eot/Man).jpeg

KBRN, Jakarta: Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan, Indonesia saat ini masih berjuang melawan pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Charles dalam pelatihan asisten tenaga kesehatan (nakes) yang digelar oleh DPP PDI Perjuangan (PDIP) dari Gedung Sekolah Partai di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2021).

“Negara kita saat ini menjadi peringkat ke-14 di dunia untuk jumlah korban yang meninggal, hingga mencapai 94 ribuan,” katanya.

Charles menyampaikan, COVID-19 membutuhkan inang untuk bisa hidup, dan manusia menjadi inang yang efektif. Menurut Charles, semakin tinggi intensitas pergerakan manusia, maka semakin cepat juga virus itu bergerak.

"Maka membatasi mobilitas masyarakat jadi penting untuk mengatasi virusnya. Saat ini Pemerintah menerapkan PPKM dengan level, ini langkah tepat, sehingga pembatasan ditetapkan berdasarkan indikator penularan, perawatan dan positivity rate," ujarnya.

Charles mengungkapkan bahwa pihaknya juga mengevaluasi pembatasan mobilitas yang sudah dilaksanakan pemerintah. Walau saat ini angka perawatan cenderung menurun di Jawa-Bali, namun harus diantisipasi kenaikan untuk luar Jawa-Bali.

Yang dikhawatirkan, lanjut Charles, adalah kapasitas dan fasilitas kesehatan di Pulau Jawa-Bali belum setara dengan yang di daerah luarnya.

"Lalu kita perlu perhatikan angka kematian yang masih di atas 1.300 per hari, yang artinya masih tertinggi," ungkapnya.

Charles mengatakan, pihaknya mengapresiasi Pemerintah yang membuat berbagai terobosan penting. Misalnya, untuk memastikan akses masyarakat ke obat-obatan, dilakukan pembagian gratis paket obat COVID-19 untuk yang bergejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG), lalu program telemedicine, sehingga pasien isolasi mandiri bisa berkonsultasi dan dipastikan dalam kondisi penyembuhan.

"Pandemi ini tak bisa segera selesai. Maka pemerintah harus bekerja keras untuk meningkatkan kemampuan dalam menyediakan oksigen, obat-obatan hingga meningkatkan fasilitas kesehatan yang ada," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00