Jimly: DKPP Murni Kreasi Bangsa, Bukan Contekan

Anggota DPD RI, Jimly Asshidique, saat memberi sambutan dalam kegiatan Syukuran HUT ke-9 DKPP yang diadakan di Gedung DKPP, Jakarta, Senin (14/6/2021).(Dok. Humas DKPP).jpeg

KBRN, Jakarta: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Jimly Asshidiqie mengungkapkan, masyarakat dapat berbangga dengan keberadaan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Jimly menyampaikan, DKPP merupakan satu-satunya lembaga peradilan etika penyelenggara pemilu di dunia, dan merupakan lembaga yang murni diciptakan berdasar kreasi anak bangsa.

"Sebagai bangsa dengan penduduk terbesar keempat, dengan demokrasi kuantitatively terbesar ketiga dunia, boleh dong kita tidak sama dengan negara lain, tidak perlu kita mencontek negara lain," ungkapnya saat memberi sambutan dalam kegiatan Syukuran HUT ke-9 DKPP yang diadakan di Gedung DKPP, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Jimly menyebutkan, belum ada satu pun negara di dunia yang mengkonstruksi lembaga penegak kode etik sebagai peradilan. Sedangkan DKPP, sejak berdiri telah memberlakukan keterbukaan dengan prinsip-prinsip peradilan modern.

"DKPP ini pelopor, belum ada di tempat lain, silahkan dicek," ujar Ketua DKPP Periode 2012-2017 itu.

Jimly berpendapat, sebuah negara tidak dapat berdiri hanya dengan norma hukum saja, melainkan juga harus dibangun dengan norma etik.

Dalam kesempatan tersebut, Jimly pun mengajak semua pihak agar membangun Indonesia sebagai negara demokrasi yang berkualitas dan berintegritas.

Aspek kualitas, Jimly menegaskan, diperlihatkan dengan efektifnya rule of the law. Sedangkan aspek integritas, ditunjukkan dengan adanya rule of ethic.

Dengan demikian, Jimly berpesan, membangun sistem etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah pekerjaan yang amat-amat serius.

"Kita membuat legacy dalam kehidupan kita masing-masing untuk kita tinggalkan kepada generasi selanjutnya," katanya.

Jimly menambahkan, masa depan umat manusia sangat membutuhkan tegaknya etika. 

"Umat manusia membutuhkan rule of ethics. Indonesia akan menjadi pelopor," ungkapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00