Jelang Pilkada, 5.598 Petugas TPS di Rapid Test

KBRN, Palangka Raya : Menjelang Pemilihan Kepala Daerah 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palangka Raya mengadakan Tes cepat atau Rapid Tes ke seluruh petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) wajib melaksanakan tes cepat (rapid tes) COVID-19.

"Di masa pandemi COVID-19 penyelenggara dan petugas harus menjalankan protokol kesehatan yang ketat salah satunya melakukan rapid tes sebelum bertugas 9 Desember mendatang," kata Ketua KPU Ngismatul Choiriah di Palangka Raya, Jumat (27/11/2020).

Syarat bebas COVID-19 yang dibuktikan dengan surat non reaktif dari hasil tes cepat tak hanya berlaku bagi petugas KPPS melainkan juga berlaku bagi petugas pengaman TPS, panitia pengawas dan saksi dari para pasangan calon.

"Seluruh petugas yang berada di lingkungan TPS wajib dilakukan rapid tes. Hal ini sebagai upaya menciptakan pilkada aman, nyaman dan berkualitas tanpa mengabaikan penerapan protokol kesehatan COVID-19," katanya. 

Sementara, Koordinator Rapid Tes RS TNI, Letda TNI, Ayu Saputri mengatakan rapid tes dilakukan secara bertahap, dimulai sejak 26-30 Nov 2020, guna menghindari dari kerumunan, hari ini jadwal Kelurahan Bukit Tunggal Kec Jekan Raya, Kelurahan Langkai dan Tumbang Rungan Kec.Pahandut lakukan Rapid Test. 

"Rapid test ini diselenggarakan oleh KPU yang bekerjasama dengan RUMAH sakit TNI, khusus Kelurahan Bukit Tunggal sebanyak 749 KPPS dan 214 linmas, sedangkan di Kel.Langkai dan Tumbang Rungan sebanyak 497 KPPS dan 14 KPPS, Linmas 142 orang dan 4 orang. Sementara totol keseluruhan yang nantinya mengikuti rapid tes KPPS sekota Palangka Raya 5.598 orang," ucapnya. 

Dia mengatakan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terhadap warga masyarakat (pemilih), anggota KPPS, Linmas, dan para saksi-saksi yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Anggota KPPS juga dilengkapi masker, face shield, dan sarung tangan.

Alat perlengkapan prokes yang tersedia nantinya di setiap TPS berupa alat pemeriksaan suhu tubuh, hand sanitizer, tissu, air dan sabun cair.

"Kemudian, juga disiapkan bilik khusus bagi pemilih yang suhu tubuhnya mencapai 37,3 derajat celcius ke atas. Jadi, KPU juga menjamin bahwa pemungutan suara di TPS tidak akan menjadi klaster baru bagi penyebaran COVID-19," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00