Didiskualifikasinya Bupati Terpilih Boven Digoel, Tegaknya Hukum Korupsi

KBRN, Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pasangan calon nomor urut empat Yusak Yaluwo dan Yakob Weremba didiskualifikasi dari kontestasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel Tahun 2020.

Alasannya MK menilai, Yusak tidak memenuhi syarat pencalonan yang ditentukan oleh perundang-undangan.

“Menyatakan diskualifikasi pasangan calon nomor urut 4 atas nama Yusak Yaluwo, SH, M.Si dan Yakob Weremba, S.PAK yang ditetapkan berdasarkan keputusan pemilihan umum Boven Digoel nomor 19/PL.02.3-Kpt/9116/KPU-Kab/IX/2020 tentang penetapan pasangan calon peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boven Digoel Tahun 2020,” ujar Ketua MK Anwar Usman, Senin (22/3/2021). 

MK juga memerintahkan kepada KPU Provinsi Papua Selaku komisi KPU Boven Digoel untuk melakukan pemungutan suara ulang Bupati dan Wakil Bupati Boven Digoel dalam jangka waktu paling lama 90 hari hari sejak putusan ini diucapkan tanpa mengikutsertakan pasangan calon Yusak Yaluwo, SH, M.Si., dan Yakob Weremba, S.PAK.

Persidangan tersebut menyusul sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait gugatan status calon Bupati Boven Digoel Yusak Yaluwo yang merupakan mantan narapidana Korupsi dengan Kuasa Hukum Yusril Ihza Mahendra, oleh paslon Nomor Urut 3 Martinus Wagi dan Isak Bangri (Martinus-Isak) melalui tim kuasa hukumnya Baharudin Farawowan dan Rekan, dalam perkara yang terdaftar dengan Nomor132/PHP.BUP-XIX/2021.

Ditemui sesaat usai mengikuti sidang MK secara daring, Kuasa Hukum Baharudin Farawowan mengatakan, keputusan Mahkamah Konstitusi pada hari ini adalah kemenangan bagi rakyat Boven Digoel tanpa terkecuali, dan khususnya kemenangan bagi penegakan hukum di Indonesia.

”Kami sangat mensyukuri atas peristiwa bersejarah ini dan berharap Dengan putusan ini  dapat  menjadi yurisprudensi untuk kasus kasus sejenisnya pada proses pilkada maupun pileg yang akan berlangsung tahun 2024,” tutup Bahar Farawowan, yang juga Kandidat Doktor pada salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00