Foto Bareng Menantu Jokowi, Ijeck Dipanggil Bawaslu

Wagub Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck). Foto : ist

KBRN, Medan : Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan akan memanggil Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut), Musa Rajekshah (Ijeck), terkait laporan tim kuasa hukum pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution - Salman Alfarisi atas dugaan dukungan Ijeck kepada calon Walikota Medan nomor urut 2, Bobby Afif Nasution.

Koordinator Divisi Data, Hukum dan Informasi Bawaslu Kota Medan M. Taufiqqurohman Munthe mengatakan, pemanggilan tersebut akan dilakukan dalam dua hari ini karena laporan tersebut telah memenuni syarat formil dan materil. 

"Sudah diperiksa dan memenuhi syarat formil dan materil, maka akan ditindaklanjuti. Rencana akan dipanggil dalam dua hari ini," kata Taufiq di Medan, Kamis (22/10/2020).

Ia menjelaskan terpenuhinya syarat formil dan materil hingga kasus tersebut  dapat dilanjutkan. 

"Syarat formil itu kan siapa pelapornya, memenuhi syarat nggak. Kalau syarat materil, apa yang dilaporkan, dan ada barang buktinya. Itu sudah terpenuhi semua," ujarnya.

Taufiq menuturkan, laporan terhadap Ijeck itu akan diproses oleh Sentra penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu). Kedua belah pihak, baik terlapor maupun pelapor nantinya akan dimintai klarifikasi di Gakumdu.

"Akan diproses Gakumdu dengan mengundang keduanya untuk klarifikasi, memberikan keterangan," ujarnya.

Dikatakan Taufiq, laporan terhadap Wagub Sumut tersebut diterima Bawaslu pada 20 Oktober 2020. Ijeck dilaporkan terkait keberadaannya bersama calon Walikota Medan nomor urut 2, Bobby Afif Nasution pada acara peletakan batu pertama salah satu sekolah tahfidz di daerah Tuntungan.

Sementara Koordinator Divisi Hukum Tim AMAN Muhammad Hatta mengatakan, Ijeck dilaporkan karena posisinya sebagai pejabat negara. Pihaknya   mempersoalkan kehadiran Ijeck pada acara peresmian Rumah Tahfidzh Alquran Yayasan Tahfidzh Sumatera Utara di Jalan Petunia Raya, Kelurahan Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan pada Jumat 16 Oktober 2020 lalu yang juga dihadiri Bobby Nasution.

Pihaknya keberatan karena apa yang dilakukan Ijeck dapat menjadi contoh buruk bagi pejabat lain maupun ASN yang seharusnya tidak mendukung paslon dalam Pilkada.

"Dalam deklarasi kampanye damai juga instansi terkait sudah mengingatkan agar ASN dan sebagainya tidak terlibat melakukan kegiatan yang sifatnya mendukung paslon tertentu. Kita kan berharap ini pejabat-pejabat negara memberikan contoh yang baik, sehingga warga Kota mlMedan itu benar-benar menjalankan pesta demokrasi secara adil tanpa ada kecurangan dan keterlibatan pejabat negara yang mendukung secara masif," jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan bahwa gubernur dan wakil gubernur merupakan jabatan politik.

"Saya dengan wagub itu adalah pejabat politik. Jadi kalau saya mau kampanye sah-sah saja, yang tak boleh itu ASN," kata Edy. 

Namun Edy mengatakan, sebagai gubernur, ia akan bertindak adil dan tidak memihak kemanapun untuk menjaga kondusifitas di Sumut. Begitu pun, menurut Edy, sebagai pejabat, ia tidak bisa melarang siapapun yang ingin berfoto bersama. Begitu pun dengan Ijeck sebagai Wagub yang foto bersama Bobby Nasution saat peletakan batu pertama salah satu rumah tahfiz beberapa waktu lalu.

"Sah-sah saja kan. Saya datang ke Belawan, ada yang nempel saya foto, tak tahu saya," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00