Jelang Pilkada, Ketahui Perbedaan Fungsi NIK-KK

ILUSTRASI KTP (Foto: Pikiran rakyat)

KBRN, Jakarta: Dirjen Dukcapil Prof. Zudan Arif Fakrulloh menjelaskan seberapa penting dan perbedaan fungsi NIK dan nomor KK saat Pilkada 2020. Ia mengatakan jika NIK tidak berganti meskipun penduduk berpindah wilayah, tentu sangat berbeda dengan fungsi KK.

Berbeda halnya dengan Kartu Keluarga atau KK yang bisa berganti nomor pada saat orang bersangkutan pindah alamat, perubahan status dan transaksi kependudukan lainnya.

"Dalam konteks pilkada, misalnya, kode Provinsi Jatim dalam NIK itu kepala 3. Tetapi data NIK pemilihnya kepala 12. Itu tidak masalah sebab kode wilayah dibuat pada saat pertama kali NIK diterbitkan," jelas Dirjen Zudan dalam rilis yang diterima RRI.co.id pada Rabu (21/10/2020).

Ia mengatakan jika Ditjen Dukcapil Kemendagri sendiri berupaya mengintegrasikan seluruh tata kelola pelayanan publik dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) tengah serius ditangani oleh Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri selama 5 tahun ke depan. Sesuai dengan amanat yang terdapat di dalam Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2019, yakni mewujudkan sistem integrasi data kependudukan. 

Namun yang masih sering jadi masalah, kata Dirjen Dukcapil, bila databasenya berubah tapi registrasi kartu prabayarnya masih pakai nomor KK yang lama. 

"Itu pasti tertolak," ujarnya.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah ini, Zudan meminta agar masyarakat selalu mengupdate KK ketika ada perubahan administrasi kependudukan.

"Baik itu pindah alamat, penambahan anggota keluarga baru atau pergantian status," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00