Ditegaskan, Bupati Sumenep Mendatang Tiga Tahun Menjabat

Ilustrasi/ Antara

KBRN, Sumenep: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menegaskan masa jabatan pasangan kepala hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020 di daerahnya tidak sampai lima tahun. Bupati pengganti A Busyro Karim mendatang di Kabupaten ujung timur Pulau Madura ini hanya akan memimpin dan mengelola pemerintahan selama 3 tahun lamanya.

Komisioner KPU Sumenep Devisi Hukum, Deki Prasetia Utama menegaskan bahawa, hal itu sesuai dengan Undang-Undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU nomor 1 tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi UU. 

”Sesuai undang-undang tersebut pada pasal 201 point 7 ditegaskan bahwa jabatan Kepala daerah hasil Pilkada 2020 sampai tahun 2024,” terangnya, Senin (10/8/2020).

Menurut Deki, dalam pasal 201 UU nomor 10 tahun 2016 juga disebutkan bahwa di tahun 2024 mendatang akan dilaksanakan Pilkada serentak secara nasional.

”Hitung-hitungannya kalau Bupati dan Wakil Bupati hasil Pilbup 2020 dilantik Februari 2021, maka masa kerjanya diperkirakan 3 tahun setengah karena November 2024 akan Pilkada lagi setelah pemilihan Presiden dan Legislatif,” jelasnya.

Namun demikian, lanjut Deki, sesuai Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 pula Bupati dan Wakil Bupati nanti tetap akan mendapat hak gaji pokok selama lima tahun walaupun masa jabatannya hanya 3 tahunan. Hak uang pensiun juga akan diberikan selama satu priode pemerintahan.

Pihaknya menghimbau Calon Bupati dan Wakil Bupati yang akan maju pada Pilbup Sumenep 2020 nanti mengetahui masa jabatannya yang dipangkas tersebut. 

”Masa jabatan ini sudah ditetapkan dalam Undang-Undang, sehingga kami sebenarnya sudah yakin bahwa semua calon sudah mengetahui mengenai masa kerjanya apabila terpilih nanti,” tambah Deki.

Untuk diketahui, sesuai jadwal pelaksanaan Pilkada serentak lanjutan 2020 yang ditetapkan KPU tahapan Pilbup Sumenep memasuki masa pencocokan dan penelitian data pemilih. Masa pendaftaran pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) dijadwal 4 sampai 6 September, sedangkan pemungutan dan penghitungan suara Pilbup Sumenep ditetapkan 9 Desember 2020 mendatang.

Saat ini, dua pasangan Cabup-Cawabup yang menyatakan maju pada Pilbup Sumenep. Yakni, Achmad Fausi-Nyai Hj Dewi Khalifah diusung PDI Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Lalu, Fattah Jasin-KH Ali Fikri diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PAN), Partai Demokrat, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan Partai Golkar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00