Perang Dinasti Pilkada Tangsel, Garuda Banteng Mesra

Ilustrasi lambang PDI Perjuangan dan Gerindra, dua partai besar yang tadinya berseteru, namun sekarang mesra menjelang Pilkada Tangerang Selatan, 9 Desember 2020 (Dok. Istimewa)

KBRN, Tangerang Selatan: Kontestasi Pilkada 2020 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) disebut sebagai pertarungan dinasti.

Pasalnya, dari tiga pasangan calon yang beredar memiliki korelasi terhadap orang-orang besar di belakangnya.

Tiga paslon itu yakni, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, yang merupakan dinasti politik petahana dinasti Banten.

Kemudian, Muhamad-Rahayu Saraswati, yang dikaitkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Diketahui, Saraswati anak dari adik Prabowo, yakni Hashim Djojohadikusumo.

Terakhir, Siti Nur Azizah-Ruhamaben, dimana Nur Azizah merupakan dinasti politik dari Wakil Presiden RI (Wapres RI), KH Ma'ruf Amin.

Pengamat Politik KPN, Adib Miftahul, saat memberikan keterangan resmi soal Pilkada 2020 Tangerang Selatan (RRI/Aen)

Benyamin-Pilar dikabarkan diusung Partai Golkar, Siti Nur Azizah-Ruhamaben diusung oleh Partai Demokrat dan PKS. Sementara Muhamad-Rahayu Saraswati diusung PDIP dan Gerindra.

Pengamat Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul mengatakan, Pilkada Tangsel ini jelas menarik, terbukti sekelas Wakil Presiden, Ma'ruf Amin menurunkan anaknya langsung.

"Mengapa tidak disebut pertarungan dinasti? Tiga pasangan calon punya latar belakang dinasti. Ada dari Dinasti Ratu Atut Chosiah (mantan Gubernur Banten), dinasti Prabowo Subianto dan dinasti Ma'ruf Amin," kata Adid kepada RRI di bilangan Serpong, Rabu (5/8/2020).

Pendapat Adib diamini pakar politik senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro.

Menurutnya, kehadiran nama-nama besar dibalik tiga kandidat tersebut merupakan cara para pasangan calon untuk dapat mendulang popularitasnya.

"Kota Tangsel memang menarik dibandingkan daerah penyangga Ibu Kota Lainnya. Wajar bila orang-orang besar menurunkan perannya," kata Zuhro.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00