Ada Covid-19, Tes Massal Digelar di KPU

KBRN, Jakarta: Pasca ditemukannya 4 pegawai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat yang positif Covid-19, Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar Swab Tes massal bagi seluruh karyawan dan anggotanya. 

Kegiatan yang merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan ini juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19. Kegiatan swab test  masal ini akan dilakukan selama 2 hari yaitu pada Selasa (4/8) dan Rabu (5/8). 

"Kami dari medical intelejen Badan Intelijen Negara menyelenggarakan swab massal khususnya bagi karyawan KPU dan anggota KPU di kantor KPU pusat. Adapun kegiatan ini kami membawa 2 unit mobile lab dan 30 tenaga medis yang rencananya akan menggelar swab massal ini sekitar 2 hari, karena kita siapkan 500 sampel,” papar Koordinator Wilayah Sub Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 BIN, Sony Arifianto di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (4/8).

Sony mengungkapkan dengan adanya swab test diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di internal KPU Pusat. Sebab, KPU sendiri akan memiliki hajat besar yaitu menyelengarakan Pilkada Serentak 2020 pada akhir tahun ini. 

"Harapan kami bahwa kegiatan ini dapat memutus mata rantai khususnya di KPU pusat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Pusat Arief Budiman mengungkapkan bahwa gelaran swab test massal ini sangat membantu KPU yang akan menyelenggarakan event besar yaitu Pilkada 2020. Arief mengakui ada 4 orang yang positif Covid-19 di internal KPU. 

"Maka saya patut mengungkapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan ini," ucap Arief.

Arief menjelaskan KPU memang meminta bantuan pemerintah dalam hal BIN. Lanjut Arief, 65 persen karyawan KPU diakomodir BIN untuk mengikuti swab test selama 2 hari ni. Dia berharap lewat swab test masal ini dapat mendeteksi lebih dini penyebaran Covid-19 di lingkungan KPU RI. Ia meyakini hasil swab test ini semuanya negatif.

"Kurang lebih 65 persen ini BIN yang mengakomodir. Porsinya BIN paling besar, karena kita juga sudah minta Satgas dan Kementerian Kesehatan, karena memang mereka juga harus melakukan test di banyak tempat," ujarnya.

"Harapan kami yang pasti mudah-mudahan tidak ditemukan yang positif," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00